Biaya Haji 2027 menjadi informasi penting bagi calon jemaah yang dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1448 Hijriah. Pemerintah bersama DPR RI telah menyepakati besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027, termasuk biaya yang menjadi tanggungan langsung jemaah dan penggunaan nilai manfaat dari pengelolaan dana haji.
Berdasarkan kesepakatan pada 7 Oktober 2026, rata-rata BPIH 2027 ditetapkan sebesar Rp98.466.351 per jemaah. Sementara itu, rata-rata Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) yang menjadi beban jemaah adalah Rp54.648.825. Sisa pembiayaan ditanggung melalui nilai manfaat dana haji yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Informasi tersebut diumumkan oleh Kementerian Haji dan Umrah.
Angka BPIH dan Bipih tidak sama dengan uang yang harus dibayarkan kembali oleh jemaah yang sudah menyetor dana awal. Bagi calon jemaah haji reguler yang telah memiliki setoran awal, biaya pelunasan dihitung dengan memperhitungkan saldo nilai manfaat pada rekening virtual dan komponen pengurang lain sesuai ketentuan.
Artikel ini membahas rincian biaya haji reguler 2027, perkiraan pelunasan, perbedaan istilah pembiayaan, dokumen yang perlu disiapkan, serta cara mengecek status keberangkatan.
Berapa Biaya Haji 2027 per Jemaah Terbaru?
Biaya haji reguler 2027 ditetapkan berdasarkan kesepakatan Pemerintah dan DPR RI pada 7 Oktober 2026. Berikut ringkasan angka rata-rata yang menjadi acuan pembiayaan haji reguler tahun 1448 H/2027 M.
| Komponen | Biaya rata-rata per jemaah |
|---|---|
| BPIH atau total biaya penyelenggaraan | Rp98.466.351 |
| Bipih atau biaya perjalanan yang menjadi tanggungan jemaah | Rp54.648.825 |
| Nilai manfaat dana haji | Rp43.817.526 |
| Setoran awal haji | Rp25.000.000 |
| Saldo nilai manfaat pada rekening virtual | Rp3.400.000 |
| Subsidi pemerintah yang diperhitungkan | Rp3.200.000 |
| Rata-rata setoran pelunasan | Rp23.048.825 |
Angka tersebut merupakan rata-rata pembiayaan, bukan berarti setiap jemaah pasti membayar nominal yang persis sama. Besaran akhir dapat mengikuti ketentuan resmi, komponen biaya embarkasi, serta saldo dan status pembayaran masing-masing jemaah.
Perlu dibedakan pula antara biaya haji reguler dan biaya haji khusus. Tabel di atas membahas skema haji reguler, bukan paket penyelenggaraan ibadah haji khusus yang mempunyai mekanisme biaya tersendiri.
Untuk memastikan angka terbaru, calon jemaah dapat melihat informasi dari BPKH atau Kementerian Haji dan Umrah.
Rincian Biaya Haji 2027 untuk Jemaah Haji Reguler
BPIH merupakan total biaya yang diperlukan untuk penyelenggaraan ibadah haji. Biaya tersebut mencakup berbagai kebutuhan operasional di Indonesia dan Arab Saudi, termasuk penerbangan serta layanan bagi jemaah selama pelaksanaan ibadah.
Berdasarkan kesepakatan BPIH 2027, komponen rata-rata biaya penyelenggaraan adalah sebagai berikut.
| Komponen BPIH | Biaya per jemaah |
|---|---|
| Biaya penerbangan | Rp38.505.046 |
| Biaya operasional di Arab Saudi | Rp54.317.360 |
| Biaya operasional di dalam negeri | Rp5.643.945 |
| Total rata-rata BPIH | Rp98.466.351 |
Komponen tersebut mencakup kebutuhan penyelenggaraan yang pembiayaannya dibagi antara Bipih dan nilai manfaat dana haji. Karena itu, calon jemaah tidak perlu membayar seluruh total BPIH secara langsung dari kantong pribadi.
Biaya Penerbangan
Biaya penerbangan merupakan salah satu komponen utama penyelenggaraan haji. Anggaran ini berkaitan dengan transportasi udara jemaah dari Indonesia menuju Arab Saudi dan perjalanan kembali sesuai skema layanan yang ditetapkan.
Biaya Operasional di Arab Saudi
Komponen ini mencakup kebutuhan layanan penyelenggaraan haji di Arab Saudi. Biaya tersebut berkaitan dengan berbagai layanan jemaah selama berada di Tanah Suci sesuai paket dan ketentuan yang berlaku.
Biaya Operasional di Dalam Negeri
Biaya dalam negeri mendukung proses penyelenggaraan haji sebelum keberangkatan dan kebutuhan operasional lainnya. Komponen ini menjadi bagian dari total BPIH dan tidak seluruhnya dibebankan langsung kepada jemaah.
Rincian di atas merupakan rata-rata nasional. Untuk informasi pembiayaan berdasarkan embarkasi atau ketentuan khusus, calon jemaah sebaiknya menunggu keputusan resmi yang berlaku bagi keberangkatan masing-masing.
Berapa Uang Pelunasan Haji 2027 yang Harus Dibayar?
Rata-rata uang pelunasan haji reguler 2027 yang menjadi tanggungan jemaah ditetapkan sebesar Rp23.048.825 per orang berdasarkan rincian pembiayaan yang diumumkan Kementerian Haji dan Umrah serta BPKH.
Angka tersebut bukan total biaya haji dan bukan pula setoran awal. Nominal pelunasan merupakan sisa pembayaran setelah memperhitungkan setoran awal, saldo nilai manfaat pada rekening virtual, dan subsidi pemerintah sesuai skema pembiayaan yang disepakati.
Berikut ilustrasi perhitungannya.
| Komponen perhitungan | Nominal |
|---|---|
| Total Bipih | Rp54.648.825 |
| Dikurangi setoran awal | Rp25.000.000 |
| Dikurangi saldo nilai manfaat virtual account | Rp3.400.000 |
| Dikurangi subsidi pemerintah | Rp3.200.000 |
| Rata-rata pelunasan | Rp23.048.825 |
Perhitungan tersebut mengikuti angka rata-rata yang tercantum pada informasi resmi BPKH mengenai biaya haji 2027.
Apakah Semua Jemaah Membayar Pelunasan yang Sama?
Tidak selalu. Nominal Rp23.048.825 merupakan rata-rata nasional berdasarkan skema pembiayaan yang disepakati. Jumlah yang harus dibayarkan oleh seorang jemaah perlu mengacu pada tagihan pelunasan resmi yang diterbitkan melalui mekanisme penyelenggaraan haji.
Saldo nilai manfaat pada rekening virtual setiap jemaah juga dapat berbeda. Karena itu, jangan langsung menggunakan angka rata-rata sebagai tagihan pribadi sebelum memeriksa informasi pembayaran pada rekening atau kanal resmi.
Perbedaan BPIH, Bipih, Setoran Awal, dan Biaya Pelunasan Haji
Istilah BPIH, Bipih, setoran awal, dan pelunasan sering dianggap memiliki arti yang sama. Padahal, setiap istilah menunjukkan bagian berbeda dalam sistem pembiayaan ibadah haji.
BPIH
BPIH adalah Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji, yaitu total biaya yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan ibadah haji per jemaah. Untuk 2027, rata-rata BPIH ditetapkan sebesar Rp98.466.351.
Bipih
Bipih adalah Biaya Perjalanan Ibadah Haji yang menjadi tanggungan langsung jemaah. Rata-rata Bipih 2027 sebesar Rp54.648.825, atau 55,50% dari total BPIH.
Setoran Awal Haji
Setoran awal merupakan uang yang dibayarkan calon jemaah ketika mendaftar haji reguler. Besaran setoran awal yang digunakan dalam perhitungan pembiayaan 2027 adalah Rp25 juta.
Setoran ini bukan biaya tambahan di luar Bipih, melainkan bagian dari pembayaran yang telah dilakukan jemaah.
Biaya Pelunasan Haji
Biaya pelunasan merupakan sisa pembayaran yang perlu diselesaikan oleh jemaah ketika memenuhi ketentuan pelunasan keberangkatan. Nilainya memperhitungkan setoran awal dan komponen pengurang lain sesuai kebijakan yang berlaku.
Dengan memahami perbedaan tersebut, calon jemaah dapat membedakan total biaya penyelenggaraan dengan uang yang benar-benar perlu dibayarkan secara pribadi.
Cara Menghitung Sisa Pelunasan Haji 2027 Berdasarkan Setoran Awal
Calon jemaah dapat memahami perkiraan pelunasan dengan menggunakan rumus sederhana. Namun, untuk mengetahui tagihan sebenarnya, perhitungan harus mengacu pada komponen pembiayaan yang berlaku bagi jemaah tersebut.
Rumus ilustrasi yang digunakan adalah:
Sisa pelunasan = Bipih − setoran awal − saldo nilai manfaat virtual account − subsidi pemerintah.
Sebagai contoh, apabila menggunakan angka rata-rata nasional 2027:
-
Bipih: Rp54.648.825
-
Setoran awal: Rp25.000.000
-
Saldo nilai manfaat virtual account: Rp3.400.000
-
Subsidi pemerintah: Rp3.200.000
Maka perhitungannya:
Rp54.648.825 − Rp25.000.000 − Rp3.400.000 − Rp3.200.000 = Rp23.048.825.
Angka tersebut adalah simulasi berdasarkan rata-rata nasional, bukan jaminan nominal pelunasan setiap orang.
Bagaimana Jika Saldo Nilai Manfaat Berbeda?
Jika saldo nilai manfaat yang tercatat pada rekening virtual berbeda dari angka rata-rata, hasil perhitungan juga dapat berubah. Oleh sebab itu, gunakan saldo aktual yang tercantum pada informasi resmi jemaah, bukan sekadar angka rata-rata nasional.
Apabila hasil hitungan pribadi berbeda dari tagihan resmi, jangan langsung melakukan transfer berdasarkan hitungan sendiri. Konfirmasikan nominal yang harus dibayarkan melalui bank penerima setoran atau layanan resmi Kementerian Haji dan Umrah.
Syarat Pelunasan Biaya Haji 2027 dan Dokumen yang Perlu Disiapkan
Syarat pelunasan haji 2027 perlu mengikuti ketentuan resmi pemerintah untuk musim haji 1448 H/2027 M. Karena rincian teknis pelunasan dapat diumumkan melalui keputusan dan petunjuk pelaksanaan tersendiri, calon jemaah sebaiknya membedakan persiapan umum dengan persyaratan final yang sudah ditetapkan.
Beberapa hal yang dapat dipersiapkan sejak awal antara lain:
Memastikan Status Keberangkatan
Periksa apakah nama calon jemaah masuk dalam daftar yang berhak melunasi biaya haji 2027. Jadwal keberangkatan dan hak pelunasan perlu dipastikan melalui kanal resmi, bukan berdasarkan perkiraan tahun tunggu saja.
Memastikan Data Identitas Sesuai
Pastikan data identitas yang digunakan saat pendaftaran haji sesuai dengan dokumen resmi. Jika terdapat perbedaan nama, tanggal lahir, atau informasi lainnya, tanyakan prosedur perbaikan kepada pihak yang berwenang.
Menyiapkan Bukti Setoran Awal
Simpan bukti setoran awal dan informasi nomor porsi haji. Data tersebut membantu proses pemeriksaan status pendaftaran dan pembayaran apabila diperlukan.
Memenuhi Ketentuan Kesehatan
Persyaratan kesehatan dan pemeriksaan istitaah mengikuti ketentuan resmi penyelenggaraan haji. Calon jemaah perlu mengikuti pemeriksaan melalui fasilitas atau mekanisme yang ditetapkan pemerintah.
Menyiapkan Dokumen Perjalanan
Dokumen perjalanan, termasuk paspor dan dokumen lain yang dipersyaratkan, perlu dipersiapkan sesuai petunjuk resmi. Jangan menganggap seluruh persyaratan dokumen sudah lengkap hanya berdasarkan daftar umum, karena ketentuan teknis dapat berubah.
Penting: Daftar tersebut merupakan panduan persiapan umum, bukan daftar final persyaratan pelunasan 2027. Pastikan syarat administrasi, kesehatan, serta mekanisme pembayaran melalui pengumuman resmi Kementerian Haji dan Umrah.
Jadwal Pelunasan Haji 2027 dan Cara Mengecek Status Keberangkatan
Jadwal pelunasan haji ditentukan melalui pengumuman resmi pemerintah. Hingga 9 Oktober 2026, informasi biaya 2027 telah disepakati, tetapi tanggal pasti pembukaan dan penutupan pelunasan belum dapat dipastikan dari pengumuman resmi yang dirujuk dalam artikel ini.
Karena itu, calon jemaah tidak sebaiknya menggunakan jadwal pelunasan musim sebelumnya sebagai tanggal resmi untuk keberangkatan 2027.
Cara Mengecek Status Keberangkatan Haji 2027
Untuk mengetahui status keberangkatan, calon jemaah dapat melakukan langkah berikut:
-
Buka situs atau layanan resmi Kementerian Haji dan Umrah.
-
Cari layanan pemeriksaan estimasi keberangkatan atau informasi jemaah.
-
Masukkan nomor porsi haji sesuai petunjuk yang tersedia.
-
Periksa hasil pencarian, termasuk informasi estimasi keberangkatan apabila ditampilkan.
-
Konfirmasikan status pelunasan dan hak keberangkatan kepada kantor Kementerian Haji dan Umrah setempat jika terdapat informasi yang belum jelas.
Calon jemaah juga dapat memeriksa informasi melalui bank penerima setoran tempat mendaftar. Pastikan kanal yang digunakan merupakan layanan resmi agar data pribadi dan informasi pembayaran tetap aman.
Perlu dipahami bahwa estimasi keberangkatan berbeda dari penetapan hak pelunasan. Estimasi membantu memperkirakan giliran berdasarkan data yang tersedia, sedangkan hak pelunasan dan keberangkatan harus mengikuti penetapan resmi pemerintah.
FAQ Biaya Haji 2027
Berapa biaya haji reguler 2027 per orang?
Rata-rata BPIH 2027 ditetapkan sebesar Rp98.466.351 per jemaah. Dari jumlah tersebut, rata-rata Bipih yang menjadi tanggungan jemaah adalah Rp54.648.825.
Berapa pelunasan haji 2027 setelah setoran awal?
Rata-rata pelunasan yang diumumkan berdasarkan skema pembiayaan 2027 adalah Rp23.048.825 per jemaah. Tagihan aktual dapat berbeda sesuai saldo nilai manfaat dan ketentuan resmi yang berlaku.
Berapa setoran awal haji reguler 2027?
Setoran awal yang diperhitungkan dalam skema pembiayaan haji reguler 2027 adalah Rp25.000.000.
Apakah BPIH Rp98,46 juta harus dibayar sendiri oleh jemaah?
Tidak. BPIH merupakan total biaya penyelenggaraan. Sebagian ditanggung melalui Bipih yang dibayar jemaah, sedangkan sebagian lainnya menggunakan nilai manfaat dana haji.
Kapan pelunasan haji 2027 dibuka?
Tanggal pembukaan dan penutupan pelunasan perlu menunggu pengumuman resmi pemerintah. Kesepakatan biaya pada 7 Oktober 2026 tidak dengan sendirinya menetapkan tanggal pelunasan.
Bagaimana cara mengecek keberangkatan haji 2027?
Calon jemaah dapat menggunakan layanan pemeriksaan estimasi keberangkatan dari kanal resmi Kementerian Haji dan Umrah dengan mengikuti petunjuk yang tersedia, termasuk memasukkan nomor porsi apabila diminta.
Apakah biaya haji khusus 2027 sama dengan haji reguler?
Tidak. Biaya yang dibahas dalam artikel ini adalah pembiayaan haji reguler. Haji khusus memiliki skema penyelenggaraan dan biaya tersendiri, sehingga calon jemaah perlu memeriksa informasi dari penyelenggara resmi yang berwenang.
Kesimpulan
Biaya Haji 2027 telah disepakati dengan rata-rata BPIH sebesar Rp98.466.351 per jemaah dan rata-rata Bipih sebesar Rp54.648.825. Dalam skema pembiayaan yang diumumkan, setoran awal sebesar Rp25 juta diperhitungkan bersama saldo nilai manfaat virtual account dan subsidi pemerintah, sehingga rata-rata setoran pelunasan menjadi Rp23.048.825.
Calon jemaah perlu memahami perbedaan BPIH, Bipih, setoran awal, dan pelunasan agar tidak keliru menghitung kewajiban pembayaran. Untuk memastikan nominal pribadi, persyaratan dokumen, jadwal pelunasan, dan status keberangkatan, gunakan informasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah serta BPKH.
Karena jadwal teknis pelunasan dapat diumumkan secara terpisah, pantau pengumuman terbaru dan jangan melakukan pembayaran berdasarkan tanggal atau nominal yang belum dikonfirmasi secara resmi.