Cara Menghitung Keuntungan Deposito Emas Pegadaian Tahun 2026

Cara Menghitung Keuntungan Deposito Emas Pegadaian Tahun 2026

Deposito Emas Pegadaian menjadi salah satu layanan yang menarik bagi pemilik Tabungan Emas karena saldo emas yang disimpan bisa memperoleh imbal hasil tambahan dalam bentuk gram emas.

Jika ingin mengetahui Cara Menghitung Keuntungan Deposito Emas Pegadaian Tahun 2026, hal pertama yang perlu dipahami adalah bahwa perhitungannya tidak sekadar mengalikan jumlah emas dengan persentase keuntungan.

Pegadaian saat ini mencantumkan imbal hasil Deposito Emas sebesar 1% per tahun, dengan pilihan tenor 6, 9, dan 12 bulan. Minimal penempatan adalah 5 gram dalam kelipatan 1 gram, dan saldo Tabungan Emas setelah penempatan harus tetap menyisakan minimal 0,1 gram.

Dengan demikian, hasil yang diterima nasabah dipengaruhi oleh jumlah emas yang ditempatkan, lamanya deposito berjalan, mekanisme perhitungan imbal hasil, harga emas yang digunakan dalam periode pembayaran, serta pajak. Berikut cara menghitungnya agar estimasi keuntungan lebih realistis.

Mengenal Deposito Emas Pegadaian dan Cara Kerjanya

Deposito Emas merupakan layanan penyimpanan emas di Pegadaian yang memberikan imbal hasil tambahan dalam bentuk saldo emas. Jadi, berbeda dengan deposito bank konvensional yang biasanya memberikan bunga dalam bentuk uang, hasil Deposito Emas ditambahkan sebagai gram emas ke rekening Tabungan Emas.

Cara kerjanya cukup sederhana. Nasabah yang sudah memiliki rekening Tabungan Emas dapat menempatkan sebagian saldo emasnya ke Deposito Emas melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, kemudian menentukan jumlah gram dan periode penitipan yang tersedia.

Berdasarkan ketentuan yang tercantum di layanan Pegadaian, pilihan tenor Deposito Emas adalah 6, 9, dan 12 bulan. Minimum penempatan adalah 5 gram dengan kelipatan 1 gram.

Setelah pengajuan disetujui, emas yang ditempatkan akan masuk ke skema deposito. Pegadaian kemudian memberikan imbal hasil sesuai ketentuan yang berlaku dan membayarkannya secara berkala dalam bentuk saldo Tabungan Emas.

Apa bedanya dengan Tabungan Emas?

Tabungan Emas pada dasarnya digunakan untuk mengumpulkan saldo emas secara fleksibel, sedangkan Deposito Emas memberikan mekanisme penyimpanan dengan periode tertentu dan imbal hasil tambahan.

Perbedaan ini penting karena kenaikan harga emas bukan bagian dari imbal hasil deposito. Jika harga emas naik selama periode penyimpanan, nilai seluruh saldo memang dapat meningkat, tetapi kenaikan tersebut berasal dari perubahan harga pasar, bukan persentase imbal hasil Deposito Emas.

Aspek Tabungan Emas Deposito Emas
Bentuk saldo Gram emas Gram emas
Imbal hasil khusus Tidak seperti deposito Ada
Tenor Fleksibel 6, 9, atau 12 bulan
Minimal penempatan Mengikuti ketentuan Tabungan Emas 5 gram
Imbal hasil Mengikuti saldo emas 1% per tahun
Penyimpanan Saldo Tabungan Emas Saldo yang ditempatkan dalam deposito

Informasi produk dan ketentuan dapat berubah, sehingga angka yang digunakan untuk transaksi sebaiknya tetap dicocokkan dengan informasi resmi Pegadaian saat pengajuan.

Faktor yang Memengaruhi Keuntungan Deposito Emas

Menghitung keuntungan Deposito Emas tidak cukup hanya melihat angka 1% per tahun. Ada beberapa komponen yang menentukan berapa gram emas yang benar-benar diperoleh nasabah.

1. Jumlah emas yang didepositokan

Semakin besar gramasi yang ditempatkan, semakin besar pula potensi imbal hasilnya secara nominal. Misalnya, deposito 10 gram tentu menghasilkan perhitungan berbeda dibandingkan penempatan 100 gram, namun, persentasenya tetap perlu disesuaikan dengan tenor dan mekanisme perhitungan yang berlaku.

2. Lama tenor

Tenor menentukan berapa lama emas berada dalam skema deposito. Semakin panjang periode, secara sederhana semakin besar akumulasi imbal hasil yang diperoleh jika menggunakan asumsi rate tahunan yang sama, pegadaian menyediakan pilihan tenor 6, 9, dan 12 bulan.

3. Harga emas yang digunakan

Ini bagian yang sering membuat perhitungan menjadi keliru. Imbal hasil dapat dihitung berdasarkan nilai rupiah tertentu, kemudian hasil setelah pajak dikonversikan kembali menjadi gram emas menggunakan harga yang ditentukan pada waktu pemberian imbal hasil, karena harga emas dapat berubah, jumlah gram yang diterima tidak selalu bisa dihitung hanya dengan rumus persentase sederhana.

4. Pajak

Pajak juga harus diperhitungkan agar hasil simulasi tidak terlalu tinggi. Dalam contoh resmi Pegadaian, terdapat perbedaan antara imbal hasil sebelum pajak dan imbal hasil sesudah pajak sebelum hasil tersebut dikonversikan menjadi gram emas.

5. Perubahan harga emas

Selain imbal hasil deposito, nilai investasi secara keseluruhan dapat berubah karena harga emas mengalami kenaikan atau penurunan, pegadaian sendiri menjelaskan bahwa harga emas dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi global, nilai tukar, dan permintaan pasar.

Cara Menghitung Keuntungan Deposito Emas Pegadaian Tahun 2026

Untuk menghitung keuntungan, sebaiknya pisahkan terlebih dahulu dua jenis hasil yang mungkin diperoleh, pertama adalah imbal hasil dari Deposito Emas. Kedua adalah perubahan nilai emas akibat pergerakan harga.

Misalnya seseorang menempatkan 50 gram emas selama 12 bulan. Dengan asumsi imbal hasil 1% per tahun, pendekatan paling sederhana adalah:

50 gram × 1% = 0,5 gram Jadi, secara ilustratif, hasil tahunan sebelum memperhitungkan mekanisme pembayaran dan pajak adalah sekitar 0,5 gram.

Namun, angka tersebut bukan berarti otomatis menjadi jumlah bersih yang diterima. Mekanisme resmi Pegadaian menunjukkan bahwa perhitungan imbal hasil dapat melibatkan nilai rupiah, jumlah hari berjalan, harga tertentu pada tanggal pembayaran, pajak, kemudian dikonversikan menjadi gram emas.

Cara menghitung secara praktis

Untuk membuat estimasi awal, gunakan langkah berikut:

  1. Tentukan jumlah emas yang ditempatkan.
  2. Tentukan tenor deposito.
  3. Gunakan rate imbal hasil yang berlaku.
  4. Hitung estimasi imbal hasil sebelum pajak.
  5. Kurangi pajak sesuai ketentuan.
  6. Perhatikan harga emas yang digunakan untuk konversi.
  7. Bandingkan gram emas awal dengan saldo setelah memperoleh imbal hasil.

Cara ini menghasilkan estimasi yang lebih masuk akal daripada langsung menganggap 1% sebagai keuntungan tunai.

Rumus Perhitungan Keuntungan Deposito Emas yang Perlu Dipahami

  • Untuk simulasi sederhana, rumus dasar dapat ditulis seperti berikut: Estimasi imbal hasil bruto = jumlah emas × rate tahunan × tenor dalam tahun
  • Jika tenor dinyatakan dalam bulan: Estimasi imbal hasil bruto = jumlah emas × 1% × (jumlah bulan ÷ 12)
  • Contohnya, apabila jumlah deposito 60 gram dan tenor 6 bulan: 60 × 1% × (6 ÷ 12) = 0,30 gram

Angka 0,30 gram tersebut hanya merupakan estimasi sederhana sebelum memperhitungkan pajak dan mekanisme perhitungan aktual, untuk pendekatan berbasis rupiah, rumus sederhananya dapat ditulis:

  • Nilai deposito = gram emas × harga acuan
  • Kemudian: Imbal hasil bruto = nilai deposito × rate × periode
  • Setelah itu: Imbal hasil bersih = imbal hasil bruto − pajak

Hasil bersih dalam rupiah tersebut selanjutnya dapat dikonversikan menjadi gram menggunakan harga emas yang berlaku sesuai mekanisme pembayaran.

Mengapa hasil kalkulator bisa berbeda?

Perbedaan biasanya terjadi karena orang menggunakan harga emas yang berbeda pada setiap tahap perhitungan. Padahal, harga emas Pegadaian dapat berubah dari waktu ke waktu.

Selain itu, perhitungan aktual dapat menggunakan jumlah hari berjalan, bukan sekadar membagi tenor menjadi bulan secara sederhana. Contoh resmi Pegadaian menunjukkan penggunaan jumlah hari berjalan dalam menghitung imbal hasil periode pertama.

Contoh Simulasi Perhitungan Keuntungan Deposito Emas

Agar lebih mudah dipahami, gunakan simulasi sederhana berikut. Misalnya seseorang menempatkan 100 gram emas selama 12 bulan dan menggunakan asumsi rate 1% per tahun.

Perhitungan awal: 100 gram × 1% = 1 gram

Dengan pendekatan sederhana, estimasi imbal hasil bruto adalah 1 gram emas dalam satu tahun, namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa saldo akhir pasti 101 gram. Perhitungan aktual perlu memperhatikan pajak dan mekanisme konversi imbal hasil yang berlaku.

Sebagai gambaran lain, misalnya deposito sebesar 50 gram dengan tenor 6 bulan: 50 × 1% × 6/12 = 0,25 gram, artinya, estimasi sederhana imbal hasil bruto adalah 0,25 gram sebelum pajak dan penyesuaian berdasarkan mekanisme aktual.

Jumlah Deposito Tenor Rate Tahunan Estimasi Bruto Sederhana
10 gram 6 bulan 1% 0,05 gram
25 gram 6 bulan 1% 0,125 gram
50 gram 6 bulan 1% 0,25 gram
50 gram 12 bulan 1% 0,50 gram
100 gram 12 bulan 1% 1 gram

Catatan: tabel tersebut adalah simulasi matematis sederhana, bukan angka pencairan bersih yang dijamin. Perhitungan aktual dapat berbeda karena pajak, jumlah hari berjalan, harga acuan, dan mekanisme pembayaran imbal hasil.

Pegadaian sendiri memberikan contoh resmi untuk deposito 100 gram yang menunjukkan bahwa imbal hasil dihitung melalui nilai rupiah, jumlah hari berjalan, harga pada tanggal pembayaran, pajak, lalu dikonversikan menjadi gram.

Contoh menghitung keuntungan berdasarkan kenaikan harga emas

Ada satu hal lain yang sering dianggap sebagai bunga deposito, padahal berbeda. Misalnya kamu memiliki 100 gram emas dan harga buyback meningkat dari Rp1.200.000 menjadi Rp1.300.000 per gram.

  • Nilai awal: 100 × Rp1.200.000 = Rp120.000.000
  • Nilai kemudian:100 × Rp1.300.000 = Rp130.000.000
  • Selisih nilainya adalah Rp10.000.000.

Kenaikan Rp10 juta tersebut merupakan perubahan nilai emas, bukan imbal hasil Deposito Emas. Jadi, ketika menghitung keuntungan total, keduanya sebaiknya dicatat secara terpisah agar hasil analisis tidak menyesatkan.

Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Deposito Emas

Deposito Emas memang menawarkan imbal hasil, tetapi bukan berarti hasil investasi selalu naik. Nilai emas tetap dipengaruhi pergerakan harga pasar sehingga nilai rupiahnya dapat berubah.

Risiko pertama adalah fluktuasi harga emas. Ketika harga emas turun, nilai rupiah dari saldo emas juga dapat menurun meskipun kamu memperoleh tambahan gram dari imbal hasil.

Risiko kedua adalah kesalahan memahami rate 1%. Angka tersebut merupakan rate tahunan, sehingga deposito enam bulan tidak tepat jika langsung dihitung sebagai keuntungan 1% penuh.

Risiko ketiga adalah mengabaikan pajak. Perhitungan bruto terlihat lebih besar daripada hasil bersih sehingga simulasi tanpa pajak dapat membuat ekspektasi keuntungan menjadi terlalu tinggi.

Risiko berikutnya adalah spread harga beli dan buyback. Harga ketika membeli emas dapat berbeda dengan harga ketika menjual kembali, sehingga kenaikan harga tertentu belum tentu langsung menghasilkan keuntungan bersih.

Checklist sebelum menempatkan emas

Sebelum melakukan deposito, pastikan beberapa hal berikut sudah diperiksa:

  • Jumlah emas yang akan ditempatkan.
  • Tenor yang dipilih.
  • Rate imbal hasil yang sedang berlaku.
  • Pajak atas imbal hasil.
  • Mekanisme pembayaran imbal hasil.
  • Harga emas yang digunakan dalam simulasi.
  • Saldo Tabungan Emas yang tersisa.
  • Ketentuan pencairan atau penyelesaian deposito.

Pegadaian mencantumkan bahwa saldo Tabungan Emas setelah penempatan deposito harus menyisakan minimal 0,1 gram, hal lain yang tidak kalah penting adalah jangan menggunakan seluruh aset yang tersedia hanya karena mengejar imbal hasil. Emas tetap merupakan aset yang nilainya dapat berfluktuasi, sehingga kebutuhan dana dan tujuan investasi perlu dipertimbangkan terlebih dahulu.

Pertanyaan Umum Seputar Keuntungan Deposito Emas Pegadaian

Apakah Deposito Emas Pegadaian memberikan keuntungan setiap tahun?

Ya, produk Deposito Emas Pegadaian saat ini mencantumkan imbal hasil 1% per tahun. Imbal hasil diberikan dalam bentuk saldo emas dan mekanisme aktualnya tetap mengikuti ketentuan produk yang berlaku.

Apakah keuntungan Deposito Emas sama dengan kenaikan harga emas?

Tidak. Imbal hasil berasal dari skema Deposito Emas, sedangkan kenaikan nilai investasi karena harga emas meningkat merupakan perubahan nilai aset. Keduanya harus dihitung secara terpisah.

Berapa minimal emas untuk Deposito Emas Pegadaian?

Berdasarkan informasi produk Pegadaian, minimum penempatan adalah 5 gram dan dilakukan dalam kelipatan 1 gram. Nasabah juga harus memiliki rekening Tabungan Emas aktif.

Apakah tenor Deposito Emas bisa dipilih?

Ya. Pegadaian mencantumkan pilihan tenor 6, 9, dan 12 bulan untuk layanan Deposito Emas.

Apakah imbal hasil 1% berarti pasti mendapatkan 1% dari gram emas?

Tidak selalu sesederhana itu. Rate 1% merupakan rate tahunan, sedangkan perhitungan aktual dapat memperhitungkan nilai rupiah, jumlah hari berjalan, pajak, dan harga yang digunakan ketika imbal hasil dikonversikan menjadi gram.

Apakah Deposito Emas cocok untuk semua orang?

Belum tentu. Produk ini lebih mudah dipahami jika tujuanmu adalah menyimpan emas sekaligus memperoleh imbal hasil sesuai ketentuan, tetapi tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan risiko perubahan harga emas.

Kesimpulan

Cara menghitung keuntungan Deposito Emas Pegadaian tahun 2026 paling mudah dimulai dari jumlah gram, rate tahunan, dan tenor. Untuk estimasi awal, rumus gram × 1% × tenor/12 dapat digunakan, tetapi hasil aktual perlu memperhitungkan pajak, jumlah hari berjalan, harga acuan, dan mekanisme konversi yang ditetapkan Pegadaian.

Hal yang paling penting adalah tidak mencampurkan imbal hasil deposito dengan keuntungan akibat kenaikan harga emas. Dengan memisahkan kedua komponen tersebut, kamu dapat membuat perhitungan yang lebih realistis dan mengetahui berapa sebenarnya potensi hasil dari emas yang ditempatkan.

Pegadaian juga menyediakan informasi produk dan simulasi resmi yang dapat dijadikan acuan sebelum transaksi. Karena ketentuan, harga emas, dan komponen transaksi dapat berubah, gunakan angka terbaru yang tersedia ketika melakukan perhitungan akhir.

Artikel terkait