Sholat Dhuha merupakan ibadah sunnah yang dapat dikerjakan pada pagi hari setelah matahari terbit dan meninggi hingga menjelang waktu Zuhur. Ibadah ini menjadi salah satu cara umat Islam mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus mensyukuri nikmat kesehatan, kesempatan hidup, dan rezeki yang diberikan. Meskipun termasuk sholat sunnah, pelaksanaannya tetap perlu mengikuti tata cara sholat yang benar.
Bagi yang baru belajar, panduan sholat Dhuha yang benar perlu mencakup waktu pelaksanaan, jumlah rakaat, niat, urutan gerakan, bacaan surat, serta doa setelah sholat. Sholat Dhuha dapat dimulai dengan dua rakaat sehingga relatif mudah dilakukan secara rutin. Berikut penjelasan lengkapnya, termasuk catatan mengenai doa yang populer dibaca setelah sholat Dhuha.
Apa Itu Sholat Dhuha dan Apa Keutamaannya?
Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika matahari telah naik setelah terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Sholat ini termasuk ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam dan dapat dilakukan oleh umat Islam yang ingin menambah amalan di luar sholat wajib.
Salah satu keutamaan sholat Dhuha dijelaskan dalam hadis riwayat Muslim nomor 720. Rasulullah SAW menerangkan bahwa setiap persendian manusia memiliki kewajiban sedekah, yang dapat dicukupi dengan dua rakaat sholat Dhuha.
Hadis tersebut menunjukkan bahwa sholat Dhuha bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi juga memiliki nilai sebagai bentuk syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Beberapa keutamaan sholat Dhuha antara lain:
-
Menjadi bentuk rasa syukur. Sholat Dhuha dapat menjadi ungkapan syukur atas kesehatan, kesempatan, dan berbagai nikmat yang diterima.
-
Mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ibadah sunnah membantu seorang muslim menjaga hubungan spiritual dengan Allah.
-
Menambah amalan sunnah. Sholat Dhuha memberikan kesempatan untuk memperbanyak ibadah di luar sholat lima waktu.
-
Menjadi sarana berdoa. Setelah sholat, seseorang dapat memohon ampunan, petunjuk, kesehatan, kemudahan urusan, dan rezeki yang baik kepada Allah.
Sholat Dhuha sering dikaitkan dengan permohonan rezeki. Berdoa memohon rezeki yang halal dan berkah tentu diperbolehkan, tetapi tidak tepat jika menganggap sholat Dhuha sebagai jaminan bahwa seseorang pasti memperoleh uang dalam jumlah tertentu atau langsung terbebas dari masalah keuangan.
Ibadah ini sebaiknya dilakukan dengan niat beribadah kepada Allah SWT, bukan semata-mata untuk memperoleh keuntungan duniawi.
Waktu Sholat Dhuha yang Tepat dan Batas Akhir Pelaksanaannya
Waktu sholat Dhuha dimulai setelah matahari terbit dan telah meninggi, bukan tepat ketika matahari baru muncul di ufuk. Waktu pelaksanaannya berlangsung hingga menjelang masuk waktu Zuhur.
Sebagai panduan praktis, sholat Dhuha umumnya mulai dapat dikerjakan sekitar 15–20 menit setelah waktu matahari terbit atau syuruq. Untuk kehati-hatian, sebagian panduan menyarankan menunggu sekitar 20 menit setelah matahari terbit.
Waktu yang paling utama untuk melaksanakan sholat Dhuha adalah ketika matahari sudah cukup tinggi dan panasnya mulai terasa. Hal ini merujuk pada hadis riwayat Muslim tentang sholat orang-orang yang kembali kepada Allah ketika anak-anak unta merasakan panasnya tanah.
Berikut gambaran waktu pelaksanaannya:
| Waktu | Keterangan |
|---|---|
| Saat matahari baru terbit | Belum waktunya sholat Dhuha |
| Sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit | Awal waktu yang umum digunakan sebagai panduan |
| Pagi menjelang siang | Waktu yang baik untuk melaksanakan sholat Dhuha |
| Menjelang masuk waktu Zuhur | Batas akhir; sebaiknya sholat sudah selesai sebelum waktu Zuhur masuk |
Jam pastinya berbeda-beda menurut lokasi dan tanggal. Karena itu, jangan menggunakan satu jam yang sama untuk seluruh wilayah Indonesia. Periksa jadwal matahari terbit dan waktu Zuhur di daerah masing-masing.
Misalnya, jika matahari terbit di daerah Anda pukul 05.45, waktu awal sholat Dhuha secara praktis dapat diperkirakan sekitar pukul 06.05 atau sesudahnya. Contoh tersebut hanya ilustrasi; gunakan jadwal setempat untuk menentukan waktu yang tepat.
Untuk menghindari keraguan, selesaikan sholat Dhuha sebelum masuk waktu Zuhur. Jangan menunda hingga matahari tepat berada di tengah langit karena terdapat waktu yang dilarang untuk melaksanakan sholat sunnah.
Berapa Rakaat Sholat Dhuha yang Dianjurkan?
Sholat Dhuha paling sedikit dikerjakan sebanyak dua rakaat. Jumlah rakaat dapat ditambah sesuai kemampuan dan mengikuti tuntunan yang dipahami berdasarkan dalil serta panduan ulama.
Dalam hadis riwayat Muslim, Aisyah RA menjelaskan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan sholat Dhuha sebanyak empat rakaat dan terkadang menambahnya sesuai kehendak Allah.
Dalam praktiknya, jumlah rakaat sholat Dhuha yang umum dikerjakan antara lain:
-
2 rakaat: Pilihan paling sederhana bagi pemula.
-
4 rakaat: Dapat dikerjakan jika memiliki waktu dan kemampuan.
-
6 rakaat: Salah satu jumlah yang dikenal dalam praktik sholat Dhuha.
-
8 rakaat: Juga memiliki dasar riwayat mengenai pelaksanaan sholat Dhuha.
Terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai jumlah maksimal rakaat dan kekuatan sebagian riwayat tentang jumlah tertentu. Karena itu, tidak perlu menganggap hanya satu jumlah yang sah untuk semua orang.
Jika mengerjakan lebih dari dua rakaat, salah satu cara yang umum dianjurkan adalah melaksanakannya dua rakaat demi dua rakaat, kemudian salam pada setiap dua rakaat.
Bagi pemula, dua rakaat sudah cukup untuk mulai membiasakan diri. Lebih baik mengerjakan ibadah sunnah sesuai kemampuan secara konsisten daripada memaksakan jumlah yang banyak tetapi sulit dipertahankan.
Niat Sholat Dhuha Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Niat merupakan bagian penting dalam sholat. Niat sholat Dhuha pada dasarnya dilakukan di dalam hati ketika memulai sholat, bersamaan dengan takbiratul ihram. Melafalkan niat sebelum takbir merupakan praktik yang dikenal dalam sebagian tradisi pembelajaran, tetapi bukan syarat sah yang harus diucapkan dengan suara.
Berikut redaksi niat sholat Dhuha dua rakaat yang umum digunakan.
Bacaan niat dalam bahasa Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Ushallī sunnatadh-dhuḥā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Aku berniat melaksanakan sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Taala.”
Bagi yang belum lancar membaca tulisan Arab, pelajari pelafalannya secara bertahap. Namun, hal terpenting adalah menghadirkan niat dalam hati bahwa sholat yang dikerjakan merupakan sholat sunnah Dhuha karena Allah SWT.
Jika hendak mengerjakan empat atau delapan rakaat, Anda dapat berniat sholat Dhuha sesuai jumlah rakaat yang akan dilaksanakan. Tidak perlu merasa harus melafalkan niat dengan satu redaksi tertentu agar sholat menjadi sah.
Tata Cara Sholat Dhuha 2 Rakaat yang Benar
Tata cara sholat Dhuha pada dasarnya sama dengan sholat sunnah dua rakaat lainnya. Perbedaannya terletak pada niat dan waktu pelaksanaannya.
Berikut urutan sholat Dhuha dua rakaat untuk pemula.
1. Pastikan sudah masuk waktu Dhuha
Periksa waktu matahari terbit di daerah Anda. Tunggu hingga matahari meninggi sekitar 15–20 menit setelah terbit, lalu pastikan belum masuk waktu Zuhur.
2. Berwudu dan menghadap kiblat
Pastikan tubuh, pakaian, dan tempat sholat suci dari najis. Lakukan wudu sesuai ketentuan, kemudian berdiri menghadap kiblat bagi yang mampu.
3. Niat dan takbiratul ihram
Hadirkankan niat sholat Dhuha dalam hati, kemudian ucapkan takbiratul ihram dengan mengucapkan “Allahu Akbar”.
4. Membaca doa iftitah jika mengamalkannya
Setelah takbiratul ihram, doa iftitah dapat dibaca. Doa iftitah termasuk bacaan sunnah dalam sholat dan tidak menjadi syarat sah.
5. Membaca Surah Al-Fatihah
Baca Surah Al-Fatihah pada rakaat pertama. Setelah itu, baca surat atau ayat Al-Qur'an yang dihafal.
6. Rukuk
Bertakbir dan lakukan rukuk dengan tenang. Bacalah tasbih rukuk yang biasa digunakan dalam sholat.
7. Iktidal
Bangkit dari rukuk hingga berdiri tegak, kemudian membaca bacaan iktidal.
8. Sujud pertama dan duduk di antara dua sujud
Lakukan sujud dengan tertib, kemudian duduk di antara dua sujud dan membaca doanya. Setelah itu, lakukan sujud kedua.
9. Berdiri untuk rakaat kedua
Bangkit dari sujud kedua dan berdiri untuk rakaat berikutnya. Baca Surah Al-Fatihah, lalu lanjutkan dengan surat atau ayat Al-Qur'an.
10. Rukuk, iktidal, dan dua sujud
Ulangi gerakan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua sebagaimana pada rakaat pertama.
11. Duduk tasyahud akhir
Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduk untuk membaca tasyahud akhir beserta shalawat sesuai bacaan yang biasa dipelajari.
12. Salam
Akhiri sholat dengan salam ke kanan dan ke kiri sesuai tuntunan sholat yang dipelajari.
Setelah salam, Anda dapat berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT. Tidak ada keharusan membaca satu doa tertentu agar sholat Dhuha dianggap sah.
Hal yang perlu diperhatikan adalah ketenangan dalam setiap gerakan, membaca Al-Fatihah, menjaga urutan gerakan, dan memastikan sholat dilakukan pada waktu yang benar.
Bacaan Surat yang Bisa Dibaca Saat Sholat Dhuha
Setelah membaca Surah Al-Fatihah, orang yang melaksanakan sholat Dhuha dapat membaca surat atau ayat Al-Qur'an yang dihafal. Tidak ada satu surat tertentu yang wajib dibaca pada setiap sholat Dhuha.
Beberapa surat pendek yang dapat dipilih antara lain:
-
Surah Al-Ikhlas: Surat pendek yang menjelaskan keesaan Allah SWT.
-
Surah Al-Falaq: Berisi permohonan perlindungan kepada Allah.
-
Surah An-Nas: Berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari berbagai keburukan.
-
Surah Al-Kafirun: Menjelaskan sikap beribadah kepada Allah tanpa mencampuradukkan keyakinan.
-
Surah Ad-Dhuha: Surat yang sering dipilih karena namanya berkaitan dengan waktu Dhuha.
Surah-surah tersebut merupakan pilihan, bukan urutan wajib yang harus dibaca pada setiap pelaksanaan sholat Dhuha.
Sebagian masyarakat mengenal anjuran membaca Surah Asy-Syams pada rakaat pertama dan Surah Ad-Dhuha pada rakaat kedua. Keduanya boleh dibaca, tetapi tidak perlu diyakini sebagai pasangan surat yang wajib atau satu-satunya bacaan yang disunnahkan secara khusus untuk sholat Dhuha.
Jika masih belajar, gunakan surat pendek yang sudah dihafal agar dapat menjaga ketenangan dan kekhusyukan. Setelah lebih lancar, Anda dapat membaca surat atau ayat lain sesuai kemampuan.
Doa Setelah Sholat Dhuha Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
Setelah menyelesaikan sholat Dhuha, umat Islam dapat berdzikir dan memanjatkan doa kepada Allah SWT. Tidak ada satu bacaan doa setelah sholat Dhuha yang wajib dibaca agar ibadah tersebut sah.
Salah satu doa yang populer di masyarakat adalah doa yang diawali dengan kalimat “Allahumma innad-duha'a duha'uka”. Doa ini berisi permohonan keberkahan, kemudahan, dan rezeki. Namun, penting untuk diketahui bahwa redaksi khusus tersebut tidak terbukti sebagai doa yang diajarkan secara khusus oleh Nabi Muhammad SAW melalui hadis sahih. Doa tersebut dikenal dalam literatur ulama dan boleh dibaca sebagai doa umum, tanpa meyakininya sebagai bacaan wajib atau sunnah khusus yang pasti berasal dari Nabi.
Bacaan doa Dhuha dalam bahasa Arab
اللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاؤُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ.
اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ، آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ.
Latin
Allahumma innad-duha'a duha'uka, wal-baha'a baha'uka, wal-jamala jamaluka, wal-quwwata quwwatuka, wal-qudrata qudratuka, wal-'ismata 'ismatuka.
Allahumma in kana rizqi fis-sama'i fa anzilhu, wa in kana fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kana mu'assaran fa yassirhu, wa in kana haraman fa tahhirhu, wa in kana ba'idan fa qarribhu, bihaqqi duha'ika wa baha'ika wa jamalika wa quwwatika wa qudratika, atini ma ataita 'ibadakash-shalihin.
Artinya
“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, keelokan adalah keelokan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku berada di langit, turunkanlah; jika berada di bumi, keluarkanlah; jika sulit, mudahkanlah; jika haram, sucikanlah; dan jika jauh, dekatkanlah. Dengan keberkahan, keindahan, keelokan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”
Catatan: Doa populer ini boleh dipanjatkan sebagai doa umum, tetapi tidak ada dasar hadis sahih yang menetapkannya sebagai doa khusus setelah sholat Dhuha. Umat Islam juga dapat memohon menggunakan bahasa sendiri.
Contoh doa sederhana setelah sholat Dhuha
Jika belum hafal doa panjang di atas, Anda dapat berdoa dengan kalimat sederhana seperti berikut:
“Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku, berikanlah aku kesehatan, mudahkanlah urusanku, lapangkanlah rezekiku dengan rezeki yang halal dan berkah, serta bimbinglah aku agar selalu berada di jalan yang Engkau ridai. Lindungilah keluargaku dan jadikanlah aku hamba yang senantiasa bersyukur. Aamiin.”
Doa tersebut merupakan contoh permohonan umum, bukan bacaan wajib setelah sholat Dhuha. Anda bebas memohon kebaikan dunia dan akhirat dengan bahasa yang dipahami.
FAQ Seputar Sholat Dhuha
Apakah sholat Dhuha harus dilakukan setiap hari?
Tidak wajib. Sholat Dhuha adalah ibadah sunnah. Jika mampu, Anda dapat membiasakannya secara rutin, tetapi tidak perlu menganggapnya sebagai kewajiban seperti sholat lima waktu.
Apakah sholat Dhuha dua rakaat sudah cukup?
Ya. Dua rakaat merupakan jumlah minimal yang umum dijadikan panduan untuk melaksanakan sholat Dhuha.
Apakah boleh sholat Dhuha tanpa membaca doa khusus setelahnya?
Boleh. Setelah salam, Anda dapat berdzikir dan berdoa dengan doa apa saja yang baik. Tidak ada satu doa khusus yang wajib dibaca agar sholat Dhuha sah.
Apakah Surah Ad-Dhuha wajib dibaca saat sholat Dhuha?
Tidak. Setelah Al-Fatihah, Anda boleh membaca surat atau ayat Al-Qur'an yang dihafal. Surah Ad-Dhuha merupakan salah satu pilihan, bukan bacaan wajib.
Apakah sholat Dhuha bisa dilakukan setelah pukul 10 pagi?
Bisa, selama belum masuk waktu Zuhur dan waktu tersebut masih termasuk waktu Dhuha di daerah Anda. Waktu tepatnya mengikuti posisi matahari, bukan hanya angka pada jam.
Kesimpulan
Panduan sholat Dhuha yang benar dimulai dengan memastikan waktu pelaksanaan, berwudu, menghadirkan niat, lalu mengerjakan sholat sesuai urutan gerakan dan bacaan. Sholat Dhuha dapat dimulai dengan dua rakaat dan dilakukan setelah matahari meninggi hingga menjelang waktu Zuhur.
Setelah membaca Al-Fatihah, Anda dapat memilih surat pendek yang dihafal. Seusai salam, lanjutkan dengan dzikir dan doa sesuai kebutuhan. Doa populer setelah sholat Dhuha boleh dibaca sebagai doa umum, tetapi jangan menganggapnya sebagai bacaan wajib atau doa khusus dari Nabi tanpa dasar yang sahih.
Bagi pemula, utamakan pemahaman gerakan, ketenangan, dan niat beribadah kepada Allah SWT. Dengan demikian, sholat Dhuha dapat menjadi amalan sunnah yang dijalankan dengan lebih baik dan konsisten.