Cara Mencari Jurnal untuk Referensi Skripsi yang Relevan dan Terpercaya

Cara Mencari Jurnal untuk Referensi Skripsi yang Relevan dan Terpercaya

Mencari jurnal untuk referensi skripsi merupakan salah satu tahap penting dalam proses penyusunan karya ilmiah. Jurnal dapat membantu mahasiswa memahami teori, menemukan hasil penelitian terdahulu, membandingkan metode penelitian, serta menemukan celah penelitian yang masih dapat dikembangkan.

Namun, mencari jurnal bukan sekadar memasukkan judul skripsi ke mesin pencari lalu mengambil beberapa hasil pertama. Mahasiswa perlu mengetahui cara menentukan kata kunci, memilih sumber pencarian, memeriksa relevansi artikel, serta menilai apakah jurnal tersebut benar-benar layak digunakan sebagai referensi.

Semakin tepat strategi pencarian yang digunakan, semakin mudah menemukan artikel ilmiah yang sesuai dengan topik skripsi. Proses ini juga dapat menghemat waktu karena mahasiswa tidak perlu membaca puluhan atau bahkan ratusan artikel yang sebenarnya tidak berhubungan dengan penelitian.

Apa yang Perlu Diperhatikan saat Mencari Jurnal untuk Referensi Skripsi?

Sebelum mulai mencari jurnal, tentukan terlebih dahulu kebutuhan referensi yang diperlukan. Skripsi biasanya membutuhkan beberapa jenis sumber, seperti teori utama, penelitian terdahulu, metode penelitian, instrumen, serta data atau informasi pendukung.

Setiap sumber memiliki fungsi yang berbeda sehingga mahasiswa tidak harus mencari satu jurnal yang memuat seluruh kebutuhan penelitian.

Sesuaikan dengan Topik Skripsi

Jurnal yang dicari harus memiliki hubungan dengan topik penelitian. Hubungan tersebut dapat dilihat dari variabel, objek, teori, metode, populasi, atau fenomena yang dibahas.

Misalnya topik skripsi adalah:

"Pengaruh Media Sosial terhadap Keputusan Pembelian Generasi Z"

Kata kunci pencarian tidak harus sama persis dengan judul tersebut. Mahasiswa dapat mencari artikel dengan istilah seperti:

  • social media and purchase decision;
  • social media marketing and consumer behavior;
  • Generation Z purchase intention;
  • digital marketing and buying behavior.

Dengan memperluas istilah pencarian, peluang menemukan jurnal yang relevan menjadi lebih besar.

Perhatikan Tahun Publikasi

Tahun publikasi perlu diperhatikan terutama jika topik penelitian berkembang dengan cepat, seperti teknologi, media sosial, kecerdasan buatan, pemasaran digital, dan sistem informasi.

Namun, bukan berarti semua referensi harus berasal dari jurnal terbaru. Teori dasar atau penelitian seminal yang lebih lama masih dapat digunakan apabila memang menjadi fondasi penting bagi konsep yang diteliti.

Karena itu, kombinasi sumber terbaru dan sumber dasar yang relevan sering kali lebih bermanfaat daripada membatasi pencarian hanya pada jurnal beberapa tahun terakhir.

Perhatikan Relevansi Isi

Jurnal dengan judul yang terlihat mirip belum tentu benar-benar relevan.

Baca setidaknya:

  • judul;
  • abstrak;
  • kata kunci;
  • metode;
  • hasil penelitian;
  • kesimpulan.

Jika setelah membaca abstrak ternyata fokus penelitiannya berbeda jauh, artikel tersebut sebaiknya tidak dipaksakan sebagai referensi utama.

Periksa Sumber Penerbit

Perhatikan siapa yang menerbitkan jurnal tersebut. Jurnal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, asosiasi ilmiah, atau penerbit akademik yang jelas umumnya lebih mudah diverifikasi.

Hindari menggunakan artikel yang sumber penerbitnya tidak jelas atau tidak menyediakan informasi mengenai proses publikasi dan identitas jurnal.

Perhatikan DOI atau Identitas Artikel

Artikel ilmiah biasanya memiliki informasi bibliografis yang jelas, seperti nama penulis, tahun publikasi, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor edisi, halaman, dan jika tersedia DOI.

Informasi tersebut akan memudahkan mahasiswa memasukkan referensi ke aplikasi pengelola sitasi dan membantu pembaca menemukan sumber asli.

Jangan Hanya Mengandalkan Satu Jurnal

Satu jurnal tidak cukup untuk membangun dasar teori sebuah skripsi. Gunakan beberapa artikel yang saling berkaitan untuk membandingkan teori, metode, hasil, dan konteks penelitian.

Dari beberapa jurnal tersebut, mahasiswa dapat menemukan pola hasil penelitian maupun perbedaan temuan yang dapat menjadi bahan untuk membangun argumentasi penelitian.

Bedakan Jurnal dengan Sumber Lain

Google Scholar dapat menampilkan berbagai jenis dokumen, tidak semuanya merupakan artikel jurnal. Hasil pencarian dapat mencakup tesis, disertasi, buku, prosiding, laporan, atau dokumen akademik lainnya.

Karena itu, periksa jenis dokumen sebelum memasukkannya sebagai jurnal dalam daftar pustaka.

Cara Menentukan Kata Kunci untuk Mencari Jurnal yang Relevan

Kualitas hasil pencarian sangat dipengaruhi oleh kata kunci yang digunakan. Kata kunci yang terlalu umum menghasilkan terlalu banyak artikel, sedangkan kata kunci yang terlalu spesifik dapat membuat hasil pencarian terlalu sedikit.

Pecah Judul Skripsi Menjadi Konsep Utama

Jangan selalu menyalin seluruh judul skripsi ke kolom pencarian. Pecah judul menjadi beberapa konsep utama.

Contoh:

"Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Harga terhadap Kepuasan Pelanggan pada Pengguna Layanan Digital"

Konsep utamanya adalah:

  • kualitas pelayanan;
  • harga;
  • kepuasan pelanggan;
  • layanan digital;
  • pengguna.

Dari konsep tersebut, buat beberapa kombinasi kata kunci.

Gunakan Sinonim

Satu konsep dapat memiliki beberapa istilah.

Misalnya:

"Kepuasan pelanggan"

dapat dicari menggunakan:

  • customer satisfaction;
  • consumer satisfaction;
  • user satisfaction.

"Kualitas pelayanan" dapat dicari menggunakan:

  • service quality;
  • service performance;
  • perceived service quality.

Penggunaan sinonim membantu menemukan artikel yang menggunakan istilah berbeda untuk konsep yang serupa.

Gunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris

Untuk jurnal Indonesia, gunakan kata kunci Bahasa Indonesia. Untuk jurnal internasional, gunakan istilah Bahasa Inggris.

Contoh:

Bahasa Indonesia:
"kualitas pelayanan" "kepuasan pelanggan"

Bahasa Inggris:
"service quality" "customer satisfaction"

Pencarian dalam Bahasa Inggris biasanya memberikan cakupan literatur internasional yang lebih luas.

Gunakan Kombinasi Dua atau Tiga Konsep

Jika hasil pencarian terlalu banyak, tambahkan konsep kedua atau ketiga.

Contoh:

"social media" "purchase intention"

Kemudian dapat dipersempit menjadi:

"social media marketing" "purchase intention" "Generation Z"

Cara ini membantu mengurangi hasil yang tidak relevan.

Gunakan Tanda Kutip

Tanda kutip dapat digunakan untuk mencari frasa tertentu.

Contoh:

"customer satisfaction"

atau:

"service quality" "customer satisfaction"

Dengan cara ini, pencarian menjadi lebih terarah pada frasa yang digunakan.

Gunakan Kata Kunci dari Abstrak

Ketika menemukan satu jurnal yang sangat relevan, perhatikan kata kunci dan istilah yang digunakan penulis dalam abstraknya.

Istilah tersebut dapat digunakan kembali untuk mencari jurnal lain.

Cara ini sangat berguna karena peneliti akademik sering menggunakan terminologi khusus yang mungkin tidak terpikirkan ketika mahasiswa pertama kali melakukan pencarian.

Buat Daftar Kata Kunci

Sebelum mulai mencari, buat daftar sederhana:

Topik utama:

  • digital marketing

Variabel:

  • social media marketing
  • purchase intention

Subjek:

  • Generation Z
  • young consumers

Konteks:

  • e-commerce
  • online shopping

Dari daftar tersebut dapat dibuat banyak kombinasi pencarian tanpa harus memulai dari awal.

Contoh Kombinasi Kata Kunci

Misalnya topik penelitian adalah:

"Pengaruh Promosi Media Sosial terhadap Minat Beli Mahasiswa"

Kata kunci yang dapat digunakan:

  • "promosi media sosial" "minat beli"
  • "social media promotion" "purchase intention"
  • "social media marketing" "purchase intention" students
  • "social media" "buying intention" university students
  • "digital marketing" "purchase intention" students

Jika hasilnya terlalu banyak, tambahkan konteks atau kelompok responden.

Jika hasilnya terlalu sedikit, kurangi satu kata kunci atau gunakan sinonim.

Cara Mencari Jurnal Referensi Skripsi di Google Scholar

Google Scholar merupakan salah satu mesin pencari akademik yang banyak digunakan untuk menemukan literatur ilmiah. Platform ini dapat membantu menemukan artikel jurnal, prosiding, tesis, buku, dan berbagai publikasi akademik lainnya.

Mahasiswa tetap perlu memeriksa jenis dan kualitas dokumen sebelum menjadikannya sebagai referensi skripsi.

Buka Google Scholar

Masuk ke Google Scholar melalui browser, kemudian masukkan kata kunci yang telah disiapkan.

Hindari langsung menggunakan judul skripsi secara lengkap karena hasilnya dapat terlalu sempit.

Lebih baik gunakan dua atau tiga konsep utama terlebih dahulu.

Masukkan Kata Kunci

Misalnya:

"service quality" "customer satisfaction"

Setelah hasil muncul, perhatikan judul artikel dan abstrak singkat yang tersedia.

Pilih artikel yang paling dekat dengan fokus penelitian.

Gunakan Filter Tahun

Google Scholar menyediakan fitur untuk membantu membatasi hasil berdasarkan tahun publikasi.

Jika membutuhkan penelitian terbaru, gunakan rentang tahun yang sesuai dengan kebutuhan penelitian. Namun, jangan menghapus sumber lama secara otomatis jika sumber tersebut merupakan teori dasar atau penelitian penting.

Gunakan Fitur "Cited by"

Pada hasil Google Scholar, terdapat fitur "Cited by" yang menunjukkan dokumen lain yang mengutip artikel tersebut.

Fitur ini dapat digunakan untuk menemukan penelitian lanjutan yang mungkin lebih baru.

Misalnya Anda menemukan artikel lama yang sangat relevan. Dengan melihat artikel yang mengutipnya, Anda dapat menemukan penelitian terbaru yang masih membahas topik serupa.

Gunakan Fitur "Related articles"

Fitur artikel terkait dapat membantu menemukan publikasi lain yang memiliki kemiripan topik.

Cara ini berguna ketika Anda sudah menemukan satu jurnal yang sangat sesuai tetapi masih membutuhkan referensi tambahan.

Periksa Versi PDF

Jika tersedia tautan PDF atau versi dokumen yang dapat diakses secara legal, periksa artikel tersebut untuk membaca isi lengkapnya.

Jangan hanya mengandalkan judul atau abstrak ketika menggunakan sebuah jurnal sebagai dasar argumentasi skripsi.

Catat Informasi Bibliografis

Ketika menemukan artikel yang relevan, simpan informasi seperti:

  • nama penulis;
  • tahun;
  • judul artikel;
  • nama jurnal;
  • volume dan nomor;
  • halaman;
  • DOI;
  • URL sumber jika diperlukan.

Pencatatan sejak awal dapat menghindarkan mahasiswa dari kesulitan mencari kembali sumber ketika menyusun daftar pustaka.

Jangan Langsung Menggunakan Semua Hasil Pencarian

Hasil pencarian Google Scholar bukan berarti seluruhnya cocok untuk skripsi.

Lakukan penyaringan berdasarkan:

  1. relevansi topik;
  2. tahun publikasi;
  3. kualitas sumber;
  4. metode penelitian;
  5. objek penelitian;
  6. hasil penelitian;
  7. ketersediaan informasi bibliografis.

Dengan proses tersebut, mahasiswa dapat membangun koleksi referensi yang lebih terarah.

Cara Mencari Jurnal di SINTA dan Portal Jurnal Indonesia

Selain Google Scholar, mahasiswa dapat mencari referensi melalui SINTA dan berbagai portal jurnal yang dikelola perguruan tinggi atau lembaga akademik di Indonesia. Sumber-sumber tersebut berguna terutama ketika skripsi membutuhkan penelitian terdahulu yang menggunakan konteks Indonesia.

SINTA dapat membantu peneliti menemukan informasi mengenai publikasi dan kinerja jurnal serta peneliti di Indonesia. Sementara itu, portal jurnal perguruan tinggi biasanya menyediakan artikel berdasarkan bidang ilmu yang diterbitkan oleh masing-masing institusi.

Cari Jurnal melalui SINTA

Mulailah dengan membuka portal SINTA dan gunakan kata kunci yang berkaitan dengan topik penelitian.

Misalnya topik skripsi membahas:

"Pengaruh Digital Marketing terhadap Keputusan Pembelian"

Kata kunci yang dapat digunakan antara lain:

  • digital marketing;

  • pemasaran digital;

  • keputusan pembelian;

  • purchase decision;

  • perilaku konsumen.

Hindari memasukkan seluruh judul skripsi jika hasil pencarian menjadi terlalu sempit.

Perhatikan Peringkat atau Status Jurnal

Salah satu informasi yang perlu diperhatikan ketika menggunakan SINTA adalah status atau peringkat jurnal.

Informasi tersebut dapat membantu mahasiswa mengetahui posisi jurnal dalam sistem akreditasi nasional. Namun, peringkat jurnal bukan satu-satunya dasar untuk menentukan apakah sebuah artikel relevan dengan penelitian.

Artikel yang sesuai dengan variabel, metode, dan konteks penelitian tetap perlu dibaca dan dinilai secara akademik.

Baca Artikel dari Jurnal yang Relevan

Setelah menemukan jurnal yang sesuai, jangan hanya menyimpan judulnya. Buka artikel dan periksa bagian-bagian penting seperti:

  • abstrak;

  • pendahuluan;

  • landasan teori;

  • metode;

  • hasil;

  • pembahasan;

  • kesimpulan.

Dari bagian tersebut, mahasiswa dapat mengetahui apakah artikel benar-benar dapat digunakan untuk mendukung penelitian.

Gunakan Kata Kunci dari Jurnal Indonesia

Jika pencarian pertama menghasilkan beberapa artikel yang relevan, perhatikan istilah yang digunakan oleh penulis.

Misalnya Anda menemukan istilah "keputusan pembelian online" pada beberapa artikel. Istilah tersebut dapat digunakan kembali sebagai kata kunci untuk pencarian berikutnya.

Dengan cara ini, pencarian dapat berkembang dari satu artikel ke artikel lain.

Cari melalui Portal Jurnal Perguruan Tinggi

Banyak perguruan tinggi di Indonesia memiliki portal jurnal sendiri. Artikel biasanya dikelompokkan berdasarkan jurnal, fakultas, program studi, atau bidang keilmuan.

Jika sudah mengetahui bidang penelitian, pencarian dapat diarahkan ke jurnal yang memang fokus pada bidang tersebut.

Misalnya:

  • manajemen;

  • ekonomi;

  • pendidikan;

  • hukum;

  • ilmu komunikasi;

  • teknik;

  • sistem informasi;

  • kesehatan;

  • ilmu sosial.

Gunakan Mesin Pencari dengan Domain Akademik

Portal jurnal juga dapat ditemukan menggunakan mesin pencari dengan kata kunci yang lebih spesifik.

Contohnya:

"customer satisfaction" site:ac.id

atau:

"social media marketing" "purchase intention" site:ac.id

Penggunaan operator site:ac.id dapat membantu membatasi hasil pencarian pada domain perguruan tinggi Indonesia.

Namun, hasil pencarian tetap perlu diperiksa satu per satu untuk memastikan dokumen tersebut benar-benar artikel jurnal.

Cari Berdasarkan Nama Jurnal

Jika dosen atau program studi merekomendasikan jurnal tertentu, pencarian dapat dilakukan berdasarkan nama jurnal tersebut.

Cara ini lebih efektif daripada mencari artikel secara umum karena mahasiswa sudah memiliki sumber publikasi yang lebih terarah.

Setelah masuk ke situs jurnal, gunakan fitur pencarian internal untuk menemukan artikel berdasarkan kata kunci.

Gunakan Daftar Pustaka dari Artikel yang Ditemukan

Salah satu cara efektif mencari jurnal tambahan adalah menggunakan daftar pustaka dari artikel yang sudah relevan.

Misalnya Anda menemukan artikel yang sangat sesuai dengan topik penelitian. Perhatikan referensi yang digunakan penulis.

Dari sana dapat ditemukan:

  • teori utama;

  • penelitian terdahulu;

  • instrumen;

  • artikel dengan topik serupa;

  • penelitian yang menjadi dasar model penelitian.

Metode ini sering disebut pencarian melalui jejak referensi. Setelah menemukan sumber lama, mahasiswa juga dapat mencari penelitian yang lebih baru dengan menggunakan judul atau DOI artikel tersebut sebagai kata kunci.

Perhatikan Akses dan Versi Artikel

Pastikan artikel yang digunakan dapat diverifikasi sumbernya. Jika tersedia versi PDF resmi atau halaman artikel pada situs jurnal, simpan sumber tersebut.

Hindari mengandalkan file yang beredar tanpa informasi penerbit karena akan lebih sulit memastikan keaslian dan detail bibliografinya.

Cara Mencari Jurnal Internasional untuk Referensi Skripsi

Jurnal internasional dapat memperluas landasan teori dan memberikan perspektif penelitian dari berbagai negara. Referensi internasional juga dapat membantu mahasiswa membandingkan hasil penelitian Indonesia dengan penelitian pada konteks yang berbeda.

Namun, pencarian jurnal internasional membutuhkan strategi kata kunci yang lebih tepat karena sebagian besar artikel menggunakan istilah akademik dalam Bahasa Inggris.

Gunakan Kata Kunci Bahasa Inggris

Langkah pertama adalah menerjemahkan konsep penelitian ke dalam istilah akademik Bahasa Inggris.

Contoh:

"Kepuasan pelanggan" → "customer satisfaction"

"Kualitas pelayanan" → "service quality"

"Keputusan pembelian" → "purchase decision"

"Minat beli" → "purchase intention"

"Perilaku konsumen" → "consumer behavior"

Gunakan beberapa kombinasi istilah karena satu konsep dapat memiliki lebih dari satu istilah dalam literatur internasional.

Gunakan Google Scholar untuk Pencarian Awal

Google Scholar dapat digunakan untuk menemukan artikel internasional dengan memasukkan kata kunci Bahasa Inggris.

Contoh:

"service quality" "customer satisfaction"

Jika ingin lebih spesifik:

"service quality" "customer satisfaction" e-commerce

atau:

"social media marketing" "purchase intention" "Generation Z"

Setelah menemukan artikel yang relevan, periksa jurnal penerbit dan identitas artikelnya.

Gunakan Database Akademik yang Relevan

Selain Google Scholar, mahasiswa dapat menggunakan database akademik yang tersedia melalui kampus atau perpustakaan.

Beberapa database yang sering digunakan dalam penelitian akademik antara lain:

  • Scopus;

  • Web of Science;

  • ScienceDirect;

  • SpringerLink;

  • Wiley Online Library;

  • Taylor & Francis Online;

  • Emerald Insight;

  • IEEE Xplore untuk bidang tertentu seperti teknik dan teknologi.

Akses terhadap database tersebut dapat berbeda-beda. Sebagian artikel dapat dibaca secara terbuka, sementara sebagian lainnya membutuhkan akses melalui institusi atau langganan.

Cari Berdasarkan Variabel

Pencarian jurnal internasional akan lebih efektif jika menggunakan kombinasi variabel.

Misalnya penelitian:

"Pengaruh Digital Marketing terhadap Minat Beli"

Kata kuncinya dapat menjadi:

"digital marketing" AND "purchase intention"

Kemudian dapat diperluas:

"social media marketing" AND "purchase intention"

atau:

"digital marketing" AND "consumer behavior"

Penggunaan istilah yang lebih spesifik dapat membantu menemukan artikel yang lebih dekat dengan topik.

Gunakan Sinonim Akademik

Istilah Bahasa Indonesia terkadang memiliki beberapa padanan dalam literatur internasional.

Contohnya:

"minat beli" dapat muncul sebagai:

  • purchase intention;

  • buying intention;

  • purchase intention behavior.

"media sosial" dapat muncul sebagai:

  • social media;

  • social networking sites;

  • social media platforms.

Karena itu, jangan berhenti pada satu terjemahan.

Gunakan Operator Boolean

Operator Boolean dapat membantu menyusun pencarian yang lebih terarah.

Contoh:

"social media marketing" AND "purchase intention"

Artinya, hasil pencarian diarahkan pada artikel yang memuat kedua konsep tersebut.

Contoh lain:

"customer satisfaction" AND "service quality" AND e-commerce

Untuk mencari salah satu dari beberapa istilah, dapat digunakan OR.

Contoh:

"purchase intention" OR "buying intention"

Penggunaan operator tersebut membantu memperluas atau mempersempit hasil pencarian sesuai kebutuhan.

Perhatikan Tahun Publikasi

Untuk topik yang cepat berkembang, seperti artificial intelligence, media sosial, fintech, e-commerce, dan teknologi digital, artikel yang lebih baru dapat memberikan gambaran kondisi penelitian yang lebih aktual.

Namun, teori dasar tidak selalu harus berasal dari artikel terbaru. Literatur klasik tetap dapat digunakan apabila merupakan sumber utama dari konsep atau teori yang digunakan.

Cari Artikel Review

Artikel review atau literature review dapat membantu memahami perkembangan penelitian dalam suatu bidang.

Dari artikel review, mahasiswa dapat menemukan:

  • teori yang sering digunakan;

  • variabel yang umum diteliti;

  • metode yang digunakan;

  • hasil penelitian terdahulu;

  • perdebatan akademik;

  • peluang penelitian berikutnya.

Setelah menemukan artikel review, gunakan daftar referensinya untuk menemukan penelitian empiris yang lebih spesifik.

Periksa Identitas Jurnal

Sebelum menggunakan jurnal internasional, periksa informasi seperti:

  • nama jurnal;

  • penerbit;

  • nama penulis;

  • tahun publikasi;

  • volume dan nomor;

  • DOI;

  • halaman;

  • tautan halaman artikel.

Informasi yang lengkap akan memudahkan proses sitasi dan penyusunan daftar pustaka.

Jangan Menganggap Semua Jurnal Internasional Berkualitas Tinggi

Label "internasional" tidak otomatis berarti sebuah artikel merupakan referensi terbaik untuk semua penelitian.

Mahasiswa tetap perlu menilai reputasi jurnal, proses editorial, relevansi artikel, kualitas metodologi, serta keterkaitan penelitian dengan topik skripsi.

Yang paling penting adalah kualitas dan relevansi sumber, bukan sekadar bahasa atau negara tempat jurnal diterbitkan.

Gunakan Jurnal Internasional untuk Memperkaya Perspektif

Jurnal internasional sebaiknya tidak digunakan hanya untuk memenuhi jumlah referensi. Gunakan artikel tersebut untuk membandingkan perspektif, menemukan teori, memahami perkembangan penelitian, dan melihat apakah fenomena yang diteliti juga terjadi pada konteks negara lain.

Misalnya penelitian tentang perilaku konsumen digital di Indonesia dapat dibandingkan dengan penelitian mengenai konsumen di negara lain. Perbandingan tersebut dapat membantu peneliti memahami persamaan dan perbedaan konteks penelitian.

Cara Menilai Jurnal yang Layak Dijadikan Referensi Skripsi

Menemukan jurnal yang membahas topik serupa belum berarti artikel tersebut otomatis layak digunakan sebagai referensi skripsi. Mahasiswa perlu melakukan penilaian terhadap relevansi, kualitas sumber, metode penelitian, tahun publikasi, hingga kelengkapan informasi bibliografis.

Proses penilaian ini penting karena kualitas referensi akan memengaruhi kekuatan landasan teori, pembahasan penelitian terdahulu, serta argumentasi yang dibangun dalam skripsi.

Periksa Kesesuaian Topik

Hal pertama yang perlu diperiksa adalah relevansi artikel dengan penelitian.

Sebuah jurnal dapat dianggap relevan apabila memiliki kesamaan atau keterkaitan dalam beberapa aspek, seperti:

  • variabel atau konsep;

  • teori;

  • fenomena;

  • populasi;

  • objek penelitian;

  • metode;

  • konteks penelitian.

Artikel tidak harus memiliki judul yang sama persis dengan skripsi.

Misalnya skripsi membahas pengaruh social media marketing terhadap purchase intention pada Generasi Z. Artikel mengenai social media marketing dan purchase intention pada konsumen e-commerce masih dapat relevan untuk memahami hubungan kedua konsep tersebut.

Baca Abstrak Terlebih Dahulu

Abstrak dapat digunakan untuk melakukan penyaringan awal sebelum membaca keseluruhan artikel.

Perhatikan informasi mengenai:

  • tujuan penelitian;

  • objek atau responden;

  • metode;

  • variabel atau konsep;

  • hasil utama.

Jika setelah membaca abstrak ternyata artikel tidak memiliki hubungan yang cukup dengan penelitian, mahasiswa dapat beralih ke artikel lain.

Cara ini lebih efisien dibandingkan membaca seluruh artikel sejak awal.

Periksa Kredibilitas Jurnal

Perhatikan jurnal tempat artikel diterbitkan. Cari informasi mengenai penerbit, institusi, ruang lingkup jurnal, ISSN, proses editorial, serta informasi lain yang tersedia pada situs resminya.

Untuk jurnal Indonesia, status akreditasi dapat diperiksa melalui sumber resmi yang relevan apabila akreditasi menjadi persyaratan kampus.

Untuk jurnal internasional, mahasiswa dapat memeriksa apakah jurnal tersebut terindeks pada basis data akademik yang menjadi acuan program studi atau universitas.

Periksa Penerbit Jurnal

Penerbit yang jelas menjadi salah satu indikator penting dalam mengevaluasi sumber.

Situs jurnal sebaiknya menyediakan informasi mengenai:

  • nama jurnal;

  • penerbit;

  • dewan editor;

  • fokus dan ruang lingkup;

  • panduan penulis;

  • proses publikasi;

  • arsip artikel;

  • informasi kontak.

Jika informasi dasar mengenai jurnal sulit ditemukan, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum menggunakannya.

Periksa Tahun Publikasi

Tahun publikasi perlu disesuaikan dengan kebutuhan penelitian.

Jika topik membahas fenomena yang berubah dengan cepat, artikel terbaru biasanya lebih berguna untuk memahami perkembangan terkini.

Contohnya:

  • artificial intelligence;

  • media sosial;

  • digital marketing;

  • fintech;

  • e-commerce;

  • keamanan siber;

  • perilaku pengguna teknologi.

Sementara itu, teori dasar yang telah lama digunakan masih dapat berasal dari sumber lama apabila memang merupakan sumber utama atau seminal.

Periksa Metode Penelitian

Baca bagian metode untuk memahami bagaimana penelitian dilakukan.

Perhatikan beberapa aspek seperti:

  • desain penelitian;

  • populasi atau informan;

  • sampel;

  • teknik pengumpulan data;

  • instrumen;

  • teknik analisis.

Informasi tersebut sangat berguna apabila jurnal digunakan sebagai penelitian terdahulu atau referensi metodologis.

Periksa Hasil dan Kesimpulan

Jangan mengambil kesimpulan penelitian hanya berdasarkan judul.

Baca bagian hasil dan kesimpulan untuk mengetahui apa yang sebenarnya ditemukan oleh peneliti.

Misalnya artikel berjudul mengenai hubungan media sosial dengan keputusan pembelian belum tentu menemukan hubungan yang signifikan. Hasil penelitian justru dapat menunjukkan hubungan yang lemah, tidak signifikan, atau bergantung pada kondisi tertentu.

Perbedaan hasil tersebut dapat menjadi bahan yang berguna untuk membangun research gap.

Periksa Daftar Pustaka

Daftar pustaka dapat memberikan gambaran mengenai literatur yang digunakan oleh penulis.

Artikel yang relevan sering kali dapat menjadi pintu masuk untuk menemukan sumber lain. Perhatikan teori utama, artikel sebelumnya, serta penelitian yang sering dirujuk.

Dari satu artikel berkualitas, mahasiswa dapat menemukan beberapa referensi tambahan yang relevan.

Periksa DOI

DOI dapat membantu mengidentifikasi artikel secara lebih konsisten dan memudahkan pencarian sumber asli.

Namun, keberadaan DOI bukan satu-satunya indikator kualitas jurnal. Ada publikasi akademik yang sah yang mungkin tidak memiliki DOI.

Karena itu, DOI sebaiknya digunakan sebagai salah satu informasi bibliografis, bukan satu-satunya dasar menilai kualitas.

Waspadai Jurnal Predator

Mahasiswa perlu berhati-hati terhadap jurnal yang menjalankan praktik penerbitan tidak kredibel.

Beberapa tanda yang dapat diperiksa lebih lanjut antara lain:

  • informasi penerbit tidak jelas;

  • ruang lingkup jurnal terlalu luas tanpa alasan;

  • proses peer review tidak dijelaskan;

  • informasi dewan editor sulit diverifikasi;

  • situs dipenuhi klaim berlebihan;

  • proses penerbitan dijanjikan sangat cepat tanpa penjelasan proses penilaian;

  • informasi biaya publikasi tidak transparan.

Satu tanda saja belum tentu membuktikan sebuah jurnal bermasalah. Karena itu, lakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

Cara Mengelola Jurnal yang Sudah Ditemukan

Setelah menemukan banyak artikel, masalah berikutnya biasanya adalah pengelolaan referensi. Jika artikel tidak disimpan secara teratur, mahasiswa dapat kesulitan menemukan kembali sumber yang pernah dibaca.

Buat Folder Berdasarkan Topik

Artikel dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi.

Contohnya:

  • Teori Utama

  • Variabel X

  • Variabel Y

  • Penelitian Terdahulu

  • Metode Penelitian

  • Instrumen

  • Research Gap

Pengelompokan seperti ini membuat proses penulisan skripsi lebih efisien.

Gunakan Nama File yang Jelas

Hindari menyimpan seluruh PDF dengan nama seperti:

download.pdf

document1.pdf

article.pdf

Nama file dapat diubah menjadi:

2025_NamaPenulis_ServiceQuality_CustomerSatisfaction.pdf

Dengan pola tersebut, artikel lebih mudah ditemukan tanpa harus membuka file satu per satu.

Gunakan Aplikasi Manajemen Referensi

Aplikasi pengelola referensi dapat membantu menyimpan metadata artikel dan membuat sitasi.

Beberapa aplikasi yang umum digunakan adalah Zotero dan Mendeley.

Setelah memasukkan jurnal, tetap periksa kembali informasi seperti nama penulis, tahun, judul, volume, nomor, halaman, dan DOI. Metadata yang diambil secara otomatis tidak selalu sempurna.

Buat Tabel Ringkasan Jurnal

Selain menyimpan PDF, buat tabel untuk merangkum artikel yang sudah dibaca.

Contohnya:

Penulis & Tahun Variabel/Topik Metode Sampel/Objek Hasil Utama Relevansi
Penulis A (2025) X dan Y Kuantitatif Konsumen X berkaitan dengan Y Penelitian terdahulu
Penulis B (2024) X, M, dan Y Kuantitatif Pengguna aplikasi M berperan dalam hubungan X dan Y Model penelitian
Penulis C (2023) Fenomena X Kualitatif Pelaku usaha Menemukan beberapa strategi utama Pendukung pembahasan

Tabel seperti ini dapat membantu ketika mahasiswa mulai menyusun bagian penelitian terdahulu.

Kesalahan yang Sering Terjadi saat Mencari Jurnal untuk Skripsi

Proses mencari referensi terlihat sederhana, tetapi terdapat beberapa kesalahan yang dapat membuat mahasiswa menghabiskan banyak waktu atau menggunakan sumber yang kurang tepat.

Hanya Mencari Judul yang Sama Persis

Jangan berharap menemukan artikel dengan judul yang sama persis dengan skripsi.

Pecah topik menjadi variabel, konsep, populasi, objek, atau fenomena kemudian cari menggunakan berbagai kombinasi kata kunci.

Hanya Menggunakan Google Biasa

Mesin pencari umum dapat membantu menemukan informasi, tetapi pencarian literatur ilmiah sebaiknya juga menggunakan mesin pencari akademik, database, dan portal jurnal yang sesuai.

Mengambil Jurnal Tanpa Membacanya

Jangan memasukkan jurnal ke daftar pustaka hanya karena judulnya terlihat sesuai. Baca setidaknya abstrak dan bagian yang benar-benar digunakan.

Mengutip Sumber yang Tidak Pernah Dibaca

Jika sebuah artikel menyebut penelitian lain, jangan langsung mengutip penelitian asli seolah-olah Anda telah membacanya.

Sebisa mungkin cari dan baca sumber aslinya terlebih dahulu sehingga konteks pernyataan dapat diperiksa.

Hanya Menggunakan Referensi Lama

Referensi lama dapat penting untuk teori dasar, tetapi penelitian juga membutuhkan literatur yang menggambarkan perkembangan terbaru pada topik yang diteliti.

Gunakan kombinasi yang sesuai dengan kebutuhan penelitian.

Hanya Mengejar Jumlah Jurnal

Memiliki 100 artikel belum tentu lebih baik daripada memiliki 30 artikel yang benar-benar relevan dan dipahami.

Prioritaskan kualitas, relevansi, dan fungsi setiap sumber dalam penelitian.

Tidak Menyimpan Informasi Sumber

Kesalahan sederhana yang sering menyebabkan masalah adalah menyimpan kutipan tanpa mencatat sumbernya.

Setiap kali menemukan informasi yang mungkin digunakan, catat artikel dan halaman sumber jika tersedia. Cara ini sangat membantu ketika melakukan sitasi pada tahap penulisan.

Strategi Cepat Mencari Jurnal untuk Skripsi

Jika ingin mempercepat proses pencarian, mahasiswa dapat menggunakan alur sederhana berikut:

  1. Tentukan topik dan variabel penelitian.

  2. Buat kata kunci dalam Bahasa Indonesia.

  3. Terjemahkan konsep utama ke istilah akademik Bahasa Inggris.

  4. Cari beberapa artikel awal di Google Scholar.

  5. Pilih 3–5 artikel yang paling relevan.

  6. Baca abstrak dan kesimpulannya.

  7. Catat istilah akademik yang sering digunakan.

  8. Gunakan istilah tersebut untuk pencarian berikutnya.

  9. Periksa daftar pustaka artikel yang relevan.

  10. Gunakan fitur artikel terkait atau artikel yang mengutipnya.

  11. Cari jurnal Indonesia melalui SINTA dan portal jurnal perguruan tinggi.

  12. Cari literatur internasional melalui database yang dapat diakses.

  13. Simpan artikel dan metadata secara teratur.

  14. Buat tabel ringkasan penelitian terdahulu.

Dengan metode tersebut, pencarian berkembang seperti jaringan. Satu jurnal yang relevan dapat mengarahkan mahasiswa kepada banyak jurnal lain yang membahas teori atau fenomena serupa.

FAQ Cara Mencari Jurnal untuk Referensi Skripsi

Di mana mencari jurnal untuk referensi skripsi?

Jurnal dapat dicari melalui Google Scholar, SINTA, portal jurnal perguruan tinggi, perpustakaan digital, dan berbagai database akademik sesuai bidang penelitian.

Bagaimana cara mencari jurnal yang sesuai dengan judul skripsi?

Pecah judul menjadi beberapa konsep utama seperti variabel, objek, populasi, dan fenomena. Kemudian buat beberapa kombinasi kata kunci dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Apakah jurnal di Google Scholar bisa digunakan untuk skripsi?

Bisa, tetapi Google Scholar merupakan mesin pencari akademik yang menampilkan berbagai jenis dokumen. Mahasiswa tetap perlu memastikan hasil yang digunakan benar-benar artikel jurnal dan mengevaluasi kualitas serta relevansinya.

Berapa tahun jurnal yang sebaiknya digunakan untuk skripsi?

Tidak ada batas tahun yang berlaku universal. Program studi atau kampus dapat memiliki ketentuan masing-masing. Untuk penelitian terdahulu, sumber terbaru biasanya diprioritaskan, sedangkan sumber lama masih dapat digunakan untuk teori dasar atau karya seminal yang relevan.

Apakah jurnal internasional wajib untuk skripsi?

Ketentuannya bergantung pada program studi dan pedoman kampus. Sebagian kampus dapat menetapkan jumlah tertentu, sedangkan kampus lain tidak. Meskipun tidak diwajibkan, jurnal internasional dapat memperluas perspektif penelitian.

Apakah semua jurnal SINTA boleh digunakan untuk skripsi?

Penggunaan jurnal sebaiknya disesuaikan dengan persyaratan program studi. Selain status jurnal, mahasiswa tetap perlu memeriksa relevansi artikel, kualitas penelitian, dan kesesuaiannya dengan topik.

Apa perbedaan Google Scholar dan SINTA?

Google Scholar merupakan mesin pencari literatur akademik dengan cakupan yang luas. SINTA merupakan sistem informasi riset Indonesia yang menyediakan informasi mengenai jurnal, publikasi, peneliti, institusi, dan kinerja ilmiah dalam ekosistem penelitian Indonesia.

Bagaimana cara mendapatkan jurnal internasional gratis?

Cari versi open access melalui halaman resmi jurnal, repositori institusi, atau mesin pencari akademik. Jika artikel berada di balik paywall, mahasiswa dapat memeriksa apakah perpustakaan kampus memiliki akses berlangganan atau apakah tersedia versi manuskrip yang dibagikan secara legal oleh penulis atau institusi.

Apakah skripsi boleh dijadikan referensi?

Skripsi dapat digunakan apabila relevan dan diperbolehkan oleh pedoman kampus, tetapi artikel jurnal dan sumber akademik primer biasanya lebih tepat untuk menjadi referensi utama. Periksa ketentuan dari program studi masing-masing.

Bagaimana mengetahui jurnal yang relevan tanpa membaca semuanya?

Mulailah dari judul, abstrak, kata kunci, metode, dan kesimpulan. Jika bagian tersebut sesuai dengan penelitian, lanjutkan membaca bagian yang dibutuhkan secara lebih mendalam.

Bagaimana cara menemukan research gap dari jurnal?

Bandingkan beberapa penelitian berdasarkan variabel, teori, populasi, konteks, metode, dan hasil. Perbedaan temuan, keterbatasan penelitian sebelumnya, konteks yang belum banyak diteliti, atau pertanyaan yang belum terjawab dapat menjadi titik awal untuk mengidentifikasi research gap.

Berapa banyak jurnal yang harus digunakan dalam skripsi?

Tidak ada jumlah yang berlaku untuk semua skripsi. Jumlah referensi bergantung pada kompleksitas penelitian dan ketentuan kampus. Lebih penting memastikan setiap sumber relevan dan benar-benar digunakan untuk mendukung penelitian.

Kesimpulan

Cara mencari jurnal untuk referensi skripsi sebaiknya dimulai dengan menentukan kebutuhan literatur dan menyusun kata kunci yang tepat. Jangan hanya mencari menggunakan seluruh judul skripsi. Pecah topik menjadi variabel, konsep, populasi, objek, dan fenomena kemudian gunakan berbagai kombinasi kata kunci dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris.

Google Scholar dapat digunakan sebagai titik awal untuk menemukan literatur akademik. Untuk penelitian dalam konteks Indonesia, pencarian dapat diperluas melalui SINTA dan portal jurnal perguruan tinggi. Sementara itu, database akademik dan situs penerbit ilmiah dapat membantu menemukan jurnal internasional.

Setelah menemukan artikel, jangan langsung memasukkannya sebagai referensi. Periksa relevansi topik, abstrak, metode, hasil penelitian, tahun publikasi, identitas jurnal, penerbit, serta sumber aslinya. Gunakan daftar pustaka, artikel terkait, dan artikel yang mengutip sumber tersebut untuk memperluas pencarian.

Jurnal yang baik bukan sekadar jurnal yang memiliki judul mirip dengan skripsi. Referensi yang paling berguna adalah sumber yang dapat membantu menjelaskan teori, mendukung metode, membandingkan penelitian terdahulu, memperkuat argumentasi, atau menunjukkan celah penelitian yang ingin dikaji.

Artikel terkait