Membuat sitasi merupakan bagian penting dalam penyusunan skripsi, makalah, laporan penelitian, dan berbagai dokumen akademik. Sitasi digunakan untuk menunjukkan sumber informasi, teori, pendapat, atau hasil penelitian yang digunakan dalam tulisan.
Microsoft Word menyediakan fitur References yang dapat membantu membuat dan mengelola sitasi tanpa harus mengetik format kutipan satu per satu secara manual. Dengan memasukkan informasi sumber ke dalam Word, pengguna dapat menyisipkan sitasi ke dalam dokumen dan membuat daftar pustaka berdasarkan sumber yang telah ditambahkan.
Fitur ini cukup membantu mahasiswa karena sumber yang sudah dimasukkan dapat digunakan kembali di bagian lain dokumen. Namun, pengguna tetap perlu memastikan informasi bibliografis yang dimasukkan sudah benar dan gaya sitasi yang dipilih sesuai dengan pedoman kampus atau aturan penulisan yang digunakan.
Apa Itu Sitasi di Microsoft Word dan Apa Fungsinya?
Sitasi adalah penyebutan sumber yang digunakan untuk mendukung informasi atau pernyataan dalam sebuah tulisan. Dalam karya ilmiah, sitasi membantu pembaca mengetahui dari mana sebuah informasi, teori, konsep, atau hasil penelitian diperoleh.
Di Microsoft Word, sitasi dapat dibuat menggunakan fitur References. Fitur tersebut memungkinkan pengguna menyimpan informasi mengenai sumber referensi dan kemudian memasukkannya ke dalam dokumen dengan format tertentu.
Fungsi Sitasi dalam Karya Ilmiah
Sitasi memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:
- menunjukkan sumber informasi yang digunakan;
- memberikan penghargaan kepada penulis asli;
- memperkuat argumentasi dalam tulisan;
- membantu pembaca menemukan sumber asli;
- membedakan gagasan penulis dengan gagasan dari sumber lain;
- membantu menghindari plagiarisme.
Dalam skripsi, sitasi biasanya digunakan ketika mahasiswa mengambil teori, definisi, data, hasil penelitian terdahulu, atau pendapat dari peneliti lain.
Sitasi Berbeda dengan Daftar Pustaka
Sitasi dan daftar pustaka memiliki hubungan, tetapi bukan hal yang sama.
Sitasi berada di dalam teks ketika sumber digunakan. Contohnya:
Menurut penelitian sebelumnya, kualitas pelayanan dapat memengaruhi kepuasan pelanggan (Putra, 2025).
Sementara itu, daftar pustaka berisi informasi lengkap mengenai sumber yang digunakan.
Dengan fitur References, Microsoft Word dapat membantu menghubungkan sumber yang digunakan dalam sitasi dengan daftar pustaka yang dibuat dari sumber tersebut.
Apa Itu References di Microsoft Word?
References adalah salah satu tab pada Microsoft Word yang berisi berbagai fitur untuk kebutuhan referensi dan dokumen akademik.
Beberapa fitur yang berkaitan dengan sitasi antara lain:
- Insert Citation;
- Add New Source;
- Manage Sources;
- Style;
- Bibliography.
Nama atau tampilan menu dapat sedikit berbeda tergantung versi Microsoft Word yang digunakan.
Keuntungan Menggunakan Fitur Sitasi Word
Membuat sitasi secara otomatis melalui Microsoft Word memiliki beberapa keuntungan.
Pertama, pengguna tidak perlu mengetik format sitasi secara manual setiap kali mengutip sumber.
Kedua, sumber yang telah disimpan dapat digunakan kembali dalam dokumen.
Ketiga, Word dapat membuat bibliografi berdasarkan sumber yang telah dimasukkan.
Keempat, perubahan gaya sitasi dapat dilakukan melalui pengaturan Style tanpa harus mengubah seluruh sitasi secara manual satu per satu.
Meski demikian, fitur otomatis bukan berarti pengguna tidak perlu melakukan pemeriksaan. Informasi seperti nama penulis, judul artikel, tahun, penerbit, dan DOI tetap harus diperiksa.
Persiapan Sumber Referensi Sebelum Membuat Sitasi
Sebelum membuat sitasi di Microsoft Word, siapkan terlebih dahulu informasi bibliografis dari sumber yang akan digunakan.
Hal ini penting karena Word membutuhkan informasi tertentu untuk menghasilkan sitasi dan daftar pustaka.
Tentukan Jenis Sumber
Microsoft Word dapat menyimpan berbagai jenis sumber, tergantung pilihan yang tersedia pada versi Word yang digunakan.
Contoh sumber yang umum digunakan:
- Book;
- Book Section;
- Journal Article;
- Article in a Periodical;
- Conference Proceedings;
- Report;
- Website;
- Document from Web Site.
Pilih jenis sumber yang paling sesuai dengan dokumen yang digunakan.
Misalnya jika referensi berasal dari artikel jurnal, pilih jenis Journal Article jika opsi tersebut tersedia.
Siapkan Nama Penulis
Catat nama penulis sesuai informasi yang tercantum pada sumber asli.
Jangan mengubah nama penulis secara sembarangan karena informasi tersebut akan digunakan dalam sitasi dan daftar pustaka.
Jika artikel memiliki beberapa penulis, masukkan seluruh penulis sesuai kebutuhan dan kemampuan format yang digunakan.
Siapkan Tahun Publikasi
Tahun publikasi diperlukan dalam berbagai gaya sitasi.
Contohnya:
2025
Pastikan tahun yang digunakan berasal dari informasi publikasi artikel atau sumber asli, bukan sekadar tahun ketika file PDF diunduh.
Siapkan Judul Sumber
Catat judul artikel, buku, laporan, atau sumber lainnya secara lengkap.
Untuk artikel jurnal, jangan hanya memasukkan nama jurnal. Judul artikel dan nama jurnal merupakan informasi yang berbeda.
Contoh:
Judul artikel:
"Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan"
Nama jurnal:
Jurnal Manajemen dan Bisnis
Keduanya perlu dicatat pada kolom yang sesuai.
Siapkan Informasi Jurnal
Jika sumber berupa artikel jurnal, siapkan informasi seperti:
- nama jurnal;
- volume;
- nomor atau issue;
- halaman;
- tahun;
- DOI jika tersedia.
Informasi tersebut akan membantu menghasilkan data bibliografis yang lebih lengkap.
Siapkan DOI atau URL
Jika artikel memiliki DOI, sebaiknya simpan informasi tersebut.
DOI dapat membantu mengidentifikasi artikel secara lebih konsisten.
Jika tidak memiliki DOI, sumber mungkin memiliki URL halaman artikel yang dapat dicatat sesuai kebutuhan gaya referensi dan pedoman penulisan.
Periksa Pedoman Kampus
Sebelum menentukan format sitasi, periksa pedoman skripsi atau karya ilmiah dari kampus.
Setiap kampus atau program studi dapat memiliki aturan berbeda mengenai:
- gaya sitasi;
- format daftar pustaka;
- penggunaan DOI;
- penulisan nama penulis;
- penggunaan sumber elektronik;
- format bibliografi.
Jangan hanya mengikuti format yang tersedia di Microsoft Word tanpa memastikan bahwa format tersebut sesuai dengan aturan akademik yang berlaku.
Rapikan Data Sebelum Dimasukkan ke Word
Kesalahan data sumber dapat menyebabkan sitasi dan daftar pustaka ikut salah.
Misalnya nama penulis dimasukkan ke kolom yang salah atau tahun publikasi tidak sesuai. Microsoft Word tetap dapat menghasilkan sitasi, tetapi hasilnya tidak akan benar.
Karena itu, periksa data dari sumber asli sebelum memasukkannya.
Cara Membuat Sitasi di Microsoft Word dengan References
Setelah sumber referensi siap, Anda dapat membuat sitasi menggunakan fitur References pada Microsoft Word.
Langkah berikut dapat digunakan pada versi Word yang menyediakan fitur Citation dan Bibliography.
Buka Dokumen Microsoft Word
Buka dokumen yang sedang digunakan untuk membuat skripsi, makalah, laporan, atau karya ilmiah.
Letakkan kursor pada bagian kalimat yang membutuhkan sitasi.
Posisi kursor penting karena sitasi akan dimasukkan pada lokasi tersebut.
Buka Tab References
Pada menu bagian atas Microsoft Word, pilih tab References.
Di dalam tab tersebut terdapat beberapa fitur yang berhubungan dengan referensi dan sitasi.
Cari bagian yang berkaitan dengan Citations & Bibliography.
Pilih Insert Citation
Setelah kursor ditempatkan pada posisi yang sesuai, pilih Insert Citation.
Jika belum ada sumber yang tersimpan, Word biasanya memberikan opsi untuk menambahkan sumber baru.
Pilih Add New Source untuk memasukkan informasi referensi.
Pilih Jenis Sumber
Pada jendela Create Source, cari bagian Type of Source.
Pilih jenis sumber sesuai referensi.
Misalnya:
Journal Article
Jika sumber yang digunakan adalah artikel jurnal.
Jika sumber berupa buku, pilih Book.
Pemilihan jenis sumber penting karena informasi yang ditampilkan oleh Word dapat berbeda berdasarkan tipe sumber.
Masukkan Informasi Penulis
Masukkan nama penulis pada bagian Author.
Jika terdapat beberapa penulis, gunakan fitur pengelolaan nama penulis yang tersedia agar Word dapat membedakan nama depan, nama belakang, dan penulis lainnya dengan benar.
Jangan memasukkan seluruh nama penulis sebagai satu teks panjang jika Word menyediakan pengaturan khusus untuk penulis.
Masukkan Judul Artikel
Pada kolom Title, masukkan judul sumber secara lengkap.
Contohnya:
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan
Pastikan judul sesuai dengan sumber asli.
Masukkan Informasi Publikasi
Isi informasi lain yang tersedia, seperti:
- Year;
- Journal Name;
- Volume;
- Issue;
- Pages;
- DOI atau informasi lain yang tersedia pada formulir.
Tidak semua jenis sumber memiliki kolom yang sama.
Klik OK
Setelah informasi sumber selesai dimasukkan, periksa kembali datanya.
Jika sudah benar, klik OK.
Microsoft Word kemudian akan memasukkan sitasi pada posisi kursor.
Contoh hasil dapat terlihat seperti:
(Putra, 2025)
Format yang muncul akan bergantung pada gaya sitasi yang sedang dipilih.
Pilih Sumber yang Sudah Ada
Jika sumber sebelumnya sudah pernah dimasukkan, Anda tidak perlu membuatnya kembali.
Pilih:
References → Insert Citation
Kemudian pilih sumber yang tersedia pada daftar.
Dengan cara tersebut, sumber yang sama dapat digunakan berkali-kali dalam dokumen tanpa memasukkan data bibliografis dari awal.
Periksa Hasil Sitasi
Setelah sitasi dimasukkan, jangan langsung menganggap hasilnya sudah benar.
Periksa apakah:
- nama penulis benar;
- tahun benar;
- posisi sitasi tepat;
- sumber yang dipilih sesuai;
- formatnya sesuai pedoman;
- gaya sitasi sudah benar.
Pemeriksaan ini penting terutama ketika dokumen memiliki banyak sumber dengan nama penulis atau tahun yang mirip.
Buat Daftar Pustaka dari Sumber yang Digunakan
Setelah beberapa sitasi dimasukkan, sumber-sumber tersebut dapat digunakan untuk membuat bibliografi.
Letakkan kursor pada bagian dokumen tempat daftar pustaka akan dibuat.
Kemudian buka:
References → Bibliography
Pilih format bibliografi yang tersedia.
Word akan membuat daftar sumber berdasarkan data referensi yang telah dimasukkan.
Namun, daftar pustaka yang dihasilkan tetap perlu diperiksa dan disesuaikan dengan pedoman kampus. Format otomatis dapat berbeda dari aturan khusus yang ditetapkan oleh program studi.
Cara Menambahkan Sumber Referensi ke Microsoft Word
Setelah memahami cara memasukkan sitasi, langkah berikutnya adalah menambahkan dan menyimpan sumber referensi di Microsoft Word. Sumber yang sudah disimpan dapat digunakan kembali pada bagian lain dokumen tanpa harus memasukkan informasi yang sama berulang kali.
Fitur ini sangat berguna ketika mengerjakan skripsi karena satu jurnal atau buku mungkin dikutip berkali-kali dalam bab yang berbeda.
Buka Menu References
Buka dokumen Microsoft Word yang sedang digunakan.
Kemudian pilih tab References pada menu bagian atas.
Cari bagian Citations & Bibliography. Pada bagian tersebut terdapat beberapa fitur yang berkaitan dengan sumber referensi.
Pilih Insert Citation
Letakkan kursor pada posisi kalimat yang ingin diberikan sitasi.
Kemudian pilih Insert Citation.
Jika sumber belum tersedia, pilih Add New Source.
Microsoft Word akan menampilkan jendela Create Source untuk memasukkan informasi sumber.
Pilih Type of Source
Pada bagian Type of Source, pilih jenis referensi yang digunakan.
Contohnya:
-
Book untuk buku;
-
Journal Article untuk artikel jurnal;
-
Conference Proceedings untuk prosiding;
-
Report untuk laporan;
-
Website atau Document from Web Site untuk sumber dari situs web, tergantung versi Word.
Pemilihan jenis sumber perlu dilakukan dengan benar karena informasi yang diminta Microsoft Word dapat berbeda untuk setiap jenis sumber.
Masukkan Informasi Penulis
Pada bagian Author, masukkan nama penulis sesuai sumber asli.
Jika sumber memiliki beberapa penulis, gunakan tombol Edit pada bagian Author jika tersedia untuk memasukkan penulis satu per satu.
Cara ini lebih baik daripada memasukkan seluruh nama dalam satu kolom karena Microsoft Word perlu mengetahui struktur nama setiap penulis untuk menghasilkan format sitasi.
Masukkan Judul Sumber
Masukkan judul artikel, buku, laporan, atau dokumen pada bagian Title.
Untuk artikel jurnal, masukkan judul artikel pada kolom tersebut, bukan nama jurnal.
Misalnya:
Title:
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan
Journal Name:
Jurnal Manajemen dan Bisnis
Kedua informasi tersebut memiliki fungsi yang berbeda dalam daftar pustaka.
Masukkan Tahun Publikasi
Pada bagian Year, masukkan tahun ketika sumber tersebut diterbitkan.
Contoh:
2025
Pastikan tahun yang digunakan sesuai dengan informasi publikasi pada sumber asli.
Masukkan Nama Jurnal
Jika menggunakan artikel jurnal, masukkan nama jurnal pada bagian Journal Name.
Jangan memasukkan nama penerbit pada kolom nama jurnal.
Sebagai contoh:
-
Title = judul artikel;
-
Journal Name = nama jurnal;
-
Publisher = penerbit jika kolom tersebut tersedia.
Masukkan Volume, Nomor, dan Halaman
Jika informasi tersedia, masukkan volume, issue atau nomor, serta halaman artikel.
Contohnya:
Volume: 10
Issue: 2
Pages: 100–115
Informasi tersebut dapat ditemukan pada halaman artikel jurnal atau file PDF.
Masukkan DOI Jika Diperlukan
Jika artikel memiliki DOI dan versi Microsoft Word yang digunakan menyediakan kolom yang sesuai, masukkan DOI pada bagian tersebut.
Periksa kembali DOI agar tidak salah karakter.
Jika Word tidak menyediakan kolom khusus DOI, informasi tersebut dapat dikelola sesuai format sumber dan pedoman sitasi yang digunakan.
Gunakan Show All Bibliography Fields
Pada beberapa versi Microsoft Word terdapat pilihan Show All Bibliography Fields.
Pilihan ini dapat digunakan untuk menampilkan kolom tambahan yang mungkin diperlukan untuk jenis sumber tertentu.
Fitur tersebut berguna jika informasi referensi yang dimiliki lebih lengkap daripada kolom yang terlihat pada tampilan awal.
Simpan Sumber
Setelah semua informasi dimasukkan, periksa kembali data tersebut.
Kemudian klik OK.
Sumber akan disimpan dalam daftar sumber Microsoft Word dan dapat digunakan kembali untuk sitasi berikutnya.
Menggunakan Sumber yang Sudah Disimpan
Jika ingin menggunakan sumber yang sebelumnya telah dimasukkan:
-
Letakkan kursor pada lokasi sitasi.
-
Buka tab References.
-
Pilih Insert Citation.
-
Pilih sumber yang ingin digunakan.
Microsoft Word akan memasukkan sitasi berdasarkan gaya yang sedang aktif.
Cara ini jauh lebih praktis daripada mengetik sitasi secara manual.
Cara Mengatur Gaya Sitasi APA, MLA, dan Chicago
Microsoft Word menyediakan beberapa gaya sitasi yang dapat dipilih sesuai kebutuhan. Gaya sitasi menentukan bagaimana informasi sumber ditampilkan dalam teks dan bibliografi.
Beberapa gaya yang umum ditemukan antara lain APA, MLA, dan Chicago.
Namun, daftar gaya yang tersedia dapat berbeda tergantung versi Microsoft Word.
Apa Itu Gaya Sitasi?
Gaya sitasi merupakan aturan mengenai cara menuliskan sumber dalam karya ilmiah.
Perbedaannya dapat terlihat dari:
-
susunan nama penulis;
-
tahun publikasi;
-
penggunaan tanda baca;
-
penulisan judul;
-
format kutipan dalam teks;
-
format daftar pustaka.
Karena itu, memilih gaya sitasi yang tepat sangat penting.
Cara Mengubah Style Sitasi di Word
Untuk mengubah gaya sitasi, buka:
References → Style
Kemudian pilih gaya yang diperlukan.
Misalnya:
-
APA;
-
MLA;
-
Chicago.
Setelah gaya diubah, sitasi yang menggunakan sumber tersebut akan mengikuti format gaya yang dipilih.
Cara Menggunakan Gaya APA
APA banyak digunakan dalam bidang seperti pendidikan, psikologi, ilmu sosial, dan bidang akademik lainnya.
Dalam bentuk sederhana, sitasi dalam teks dapat terlihat seperti:
(Putra, 2025)
Jika nama penulis disebut dalam kalimat, formatnya dapat berbeda sesuai aturan APA yang digunakan.
Microsoft Word akan membantu menghasilkan format dasar berdasarkan data sumber yang sudah dimasukkan.
Cara Menggunakan Gaya MLA
MLA banyak digunakan dalam bidang humaniora dan disiplin tertentu yang mengikuti pedoman MLA.
Format sitasi MLA berbeda dari APA, terutama dalam penggunaan tahun dan informasi halaman.
Karena itu, jangan mengubah sitasi APA menjadi MLA dengan mengetik ulang seluruh sumber secara manual.
Lebih praktis mengubah Style pada Microsoft Word selama sumber telah dimasukkan dengan benar.
Cara Menggunakan Gaya Chicago
Chicago Style memiliki beberapa sistem sitasi dan digunakan dalam berbagai bidang akademik.
Salah satu pendekatan yang dikenal adalah sistem Notes and Bibliography, sedangkan pendekatan lainnya menggunakan author-date.
Ketersediaan dan perilaku format tertentu dapat bergantung pada versi Microsoft Word yang digunakan.
Karena itu, apabila dosen meminta Chicago Style tertentu, periksa kembali pedoman yang digunakan sebelum menyelesaikan dokumen.
Pilih Gaya Berdasarkan Pedoman Kampus
Jangan memilih APA hanya karena format tersebut terlihat paling umum.
Jika pedoman skripsi kampus mewajibkan APA, gunakan APA. Jika program studi menetapkan gaya tertentu, ikuti aturan tersebut.
Selain gaya utama, kampus terkadang memiliki aturan tambahan yang tidak sepenuhnya mengikuti format bawaan Microsoft Word.
Periksa Hasil Setelah Mengganti Style
Setelah mengubah gaya sitasi, periksa beberapa sitasi dan daftar pustaka.
Pastikan:
-
nama penulis ditampilkan dengan benar;
-
tahun publikasi sesuai;
-
judul sumber tidak berubah menjadi data yang salah;
-
informasi jurnal tetap lengkap;
-
format daftar pustaka sesuai kebutuhan.
Perubahan style otomatis tidak menjamin seluruh format dokumen langsung memenuhi pedoman kampus.
Jangan Mencampur Gaya Sitasi
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan APA pada sebagian bab dan MLA pada bagian lainnya.
Pilih satu gaya yang sesuai dengan pedoman penelitian dan gunakan secara konsisten.
Jika kampus memiliki format khusus, pedoman tersebut harus menjadi acuan utama.
Mengapa Data Sumber Lebih Penting daripada Format?
Microsoft Word hanya dapat menghasilkan format berdasarkan informasi yang dimasukkan.
Misalnya data sumber berisi tahun 2024 padahal artikel diterbitkan pada 2025. Mengubah Style tidak akan memperbaiki kesalahan tersebut.
Karena itu, proses membuat sitasi sebaiknya dilakukan dalam dua tahap:
-
memastikan data sumber benar;
-
memilih gaya sitasi yang sesuai.
Dengan cara tersebut, risiko kesalahan pada sitasi dan daftar pustaka dapat dikurangi.
Cara Mengedit dan Mengelola Sumber Sitasi di Microsoft Word
Setelah beberapa sumber dimasukkan ke Microsoft Word, pengguna dapat mengedit dan mengelolanya melalui fitur Manage Sources. Fitur ini berguna ketika terdapat kesalahan nama penulis, tahun publikasi, judul artikel, nama jurnal, atau informasi bibliografis lainnya.
Pengelolaan sumber sebaiknya dilakukan secara rutin agar informasi yang digunakan dalam sitasi dan daftar pustaka tetap konsisten.
Buka Manage Sources
Untuk melihat sumber yang telah disimpan, buka tab References kemudian pilih Manage Sources.
Microsoft Word akan menampilkan daftar sumber yang tersimpan pada dokumen dan sumber yang tersedia pada daftar referensi pengguna.
Dari menu tersebut, pengguna dapat melihat, mengedit, menyalin, atau menghapus sumber sesuai kebutuhan.
Memahami Current List dan Master List
Pada beberapa versi Microsoft Word, Manage Sources menampilkan dua daftar utama, yaitu Current List dan Master List.
Current List berisi sumber yang digunakan atau tersedia pada dokumen yang sedang dikerjakan.
Master List merupakan kumpulan sumber yang telah tersimpan pada Microsoft Word dan dapat digunakan kembali pada dokumen lain.
Fitur ini bermanfaat bagi mahasiswa yang mengerjakan beberapa dokumen akademik karena sumber yang pernah dimasukkan dapat tersedia kembali tanpa harus mengetik seluruh informasi dari awal.
Cara Mengedit Sumber Referensi
Jika terdapat kesalahan pada sumber, buka:
References → Manage Sources
Kemudian pilih sumber yang ingin diperbaiki dan gunakan opsi Edit.
Periksa informasi seperti:
-
nama penulis;
-
judul artikel;
-
tahun;
-
nama jurnal;
-
volume;
-
issue;
-
halaman;
-
penerbit;
-
DOI atau informasi lain yang tersedia.
Setelah diperbaiki, simpan perubahan tersebut.
Periksa Nama Penulis
Nama penulis merupakan salah satu bagian yang paling penting dalam sitasi.
Pastikan nama penulis dimasukkan menggunakan struktur yang benar. Jika Word menyediakan tombol Edit pada bagian Author, gunakan fitur tersebut untuk memasukkan penulis secara terpisah.
Kesalahan pada nama penulis dapat menyebabkan format sitasi dalam teks dan daftar pustaka menjadi tidak sesuai.
Periksa Tahun Publikasi
Tahun juga harus diperiksa karena digunakan dalam berbagai gaya sitasi.
Jika sumber sebenarnya diterbitkan pada 2024 tetapi dimasukkan sebagai 2025, hasil sitasi akan mengikuti data yang salah tersebut.
Karena itu, periksa kembali tahun publikasi dari halaman resmi artikel atau sumber asli.
Menghapus Sumber yang Tidak Digunakan
Jika terdapat sumber yang tidak diperlukan, sumber tersebut dapat dikelola melalui Manage Sources.
Namun, sebelum menghapusnya, pastikan sumber tersebut tidak lagi digunakan dalam dokumen atau dokumen lain yang bergantung pada daftar sumber tersebut.
Jika sumber masih digunakan, menghapus atau mengubah data dapat memengaruhi pengelolaan referensi.
Menggunakan Sumber yang Sama Berkali-kali
Salah satu kelebihan fitur sitasi Microsoft Word adalah sumber yang sama dapat digunakan berkali-kali.
Misalnya satu jurnal digunakan untuk mendukung beberapa pernyataan dalam Bab II dan Bab IV.
Anda cukup memilih sumber yang sudah tersedia melalui:
References → Insert Citation
Tidak perlu membuat sumber baru setiap kali jurnal tersebut dikutip.
Mengedit Sitasi yang Sudah Ada
Setelah sitasi dimasukkan, klik bagian sitasi tersebut.
Microsoft Word biasanya menampilkan opsi yang memungkinkan pengguna mengubah atau mengedit informasi tertentu pada sitasi.
Misalnya pengguna ingin menambahkan nomor halaman untuk kutipan langsung jika format gaya yang digunakan mendukung informasi tersebut.
Perhatikan bahwa cara dan opsi yang tersedia dapat berbeda berdasarkan versi Microsoft Word dan gaya sitasi yang digunakan.
Memperbarui Data Sumber
Jika informasi sebuah sumber berubah atau ditemukan kesalahan, edit data sumber melalui Manage Sources.
Setelah itu, periksa sitasi yang terkait dan perbarui bibliografi jika diperlukan.
Tujuannya agar informasi sumber di seluruh dokumen tetap konsisten.
Cara Membuat Daftar Pustaka Otomatis dari Sitasi
Setelah seluruh sumber dimasukkan dan sitasi digunakan dalam dokumen, Microsoft Word dapat membantu membuat daftar pustaka atau bibliografi.
Letakkan Kursor di Akhir Dokumen
Biasanya daftar pustaka ditempatkan setelah bagian kesimpulan atau sesuai struktur yang ditentukan oleh pedoman kampus.
Letakkan kursor pada lokasi tersebut.
Buka Tab References
Pilih tab References pada Microsoft Word.
Kemudian cari bagian Citations & Bibliography.
Pilih Bibliography
Pilih Bibliography dan gunakan format yang tersedia.
Microsoft Word akan memasukkan daftar sumber berdasarkan data referensi yang telah dikelola.
Sumber yang digunakan dalam sitasi dapat ditampilkan dalam bibliografi sesuai gaya yang dipilih.
Periksa Daftar Pustaka
Jangan langsung menganggap daftar pustaka otomatis sudah sempurna.
Periksa kembali:
-
nama penulis;
-
tahun;
-
judul;
-
nama jurnal atau buku;
-
volume;
-
nomor;
-
halaman;
-
DOI;
-
urutan sumber;
-
format tanda baca.
Hal ini penting karena kesalahan pada data sumber akan ikut muncul pada bibliografi.
Perbarui Bibliografi Setelah Menambahkan Sitasi
Jika Anda menambahkan sumber baru setelah membuat bibliografi, daftar pustaka perlu diperbarui.
Klik daftar pustaka yang sudah dibuat, kemudian gunakan opsi Update Citations and Bibliography atau opsi pembaruan yang tersedia pada versi Word yang digunakan.
Dengan demikian, sumber baru dapat dimasukkan ke dalam daftar pustaka.
Hindari Mengetik Manual Jika Sumber Sudah Dikelola Word
Jika seluruh sumber sudah dimasukkan melalui References, sebaiknya manfaatkan fitur Bibliography daripada mengetik daftar pustaka secara manual.
Penggunaan fitur otomatis dapat mengurangi pekerjaan berulang dan membantu menjaga hubungan antara sitasi dalam teks dengan sumber pada daftar pustaka.
Namun, hasil akhirnya tetap perlu disesuaikan dengan pedoman kampus.
Tips Membuat Sitasi di Microsoft Word agar Tidak Berantakan
Penggunaan fitur References akan lebih efektif jika dilakukan secara konsisten sejak awal penyusunan skripsi.
Masukkan Sumber Saat Pertama Kali Digunakan
Ketika menemukan sumber yang akan digunakan, langsung masukkan informasi bibliografisnya ke Word.
Jangan menunda hingga seluruh skripsi selesai karena jumlah sumber dapat menjadi sangat banyak.
Gunakan Satu Sumber untuk Satu Referensi
Jangan membuat sumber yang sama berkali-kali hanya karena digunakan pada bagian yang berbeda.
Jika artikel sudah tersedia di daftar sumber, gunakan kembali sumber tersebut.
Jangan Mengubah Sitasi dengan Mengetik di Dalamnya
Sitasi otomatis sebaiknya diedit menggunakan fitur yang tersedia pada Word, bukan dengan menghapus atau mengetik sembarangan di dalam field sitasi.
Perubahan manual dapat menyebabkan format otomatis menjadi tidak konsisten.
Simpan Cadangan Dokumen
Dokumen skripsi sebaiknya disimpan secara berkala dan memiliki salinan cadangan.
Jika dokumen mengalami kerusakan atau perubahan yang tidak diinginkan, Anda masih memiliki versi sebelumnya.
Periksa Dokumen Sebelum Dikumpulkan
Sebelum mengirim skripsi kepada dosen pembimbing atau mengunggahnya ke sistem kampus, lakukan pemeriksaan akhir terhadap seluruh sitasi dan daftar pustaka.
Pastikan sumber yang dikutip dalam teks tercantum dalam daftar pustaka dan sebaliknya.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Membuat Sitasi di Microsoft Word
Salah Memasukkan Jenis Sumber
Memasukkan artikel jurnal sebagai Book atau Website dapat menghasilkan format bibliografi yang tidak sesuai.
Pilih jenis sumber berdasarkan dokumen asli.
Nama Penulis Tidak Sesuai
Kesalahan dalam memasukkan nama penulis dapat menyebabkan format sitasi menjadi salah.
Periksa kembali struktur nama penulis sebelum menyimpan sumber.
Tahun Publikasi Salah
Jangan menggunakan tahun ketika file diunduh sebagai tahun publikasi.
Gunakan tahun publikasi yang tercantum pada sumber asli.
Judul Artikel dan Nama Jurnal Tertukar
Judul artikel dan nama jurnal harus dimasukkan pada kolom yang berbeda.
Kesalahan ini cukup sering terjadi ketika mahasiswa memasukkan data jurnal secara terburu-buru.
Menggunakan Gaya Sitasi yang Tidak Sesuai
Jika kampus meminta APA tetapi dokumen menggunakan MLA, format sitasi dapat dianggap tidak sesuai meskipun sumbernya benar.
Periksa pedoman penulisan sebelum memilih Style.
Tidak Memperbarui Daftar Pustaka
Menambahkan sitasi baru tanpa memperbarui bibliografi dapat menyebabkan sumber tersebut tidak muncul pada daftar pustaka.
Lakukan pembaruan sebelum menyelesaikan dokumen.
Menganggap Format Otomatis Selalu Benar
Microsoft Word membantu mengotomatisasi proses, tetapi bukan berarti hasilnya tidak perlu diperiksa.
Pedoman kampus dapat memiliki aturan khusus yang tidak sepenuhnya sama dengan format bawaan Word.
FAQ Cara Membuat Sitasi di Microsoft Word
Bagaimana cara membuat sitasi di Microsoft Word?
Buka tab References, letakkan kursor pada bagian yang ingin diberi sumber, pilih Insert Citation, kemudian pilih sumber yang sudah tersedia atau gunakan Add New Source untuk memasukkan sumber baru.
Apa fungsi References di Microsoft Word?
References menyediakan fitur untuk mengelola sitasi, sumber referensi, gaya sitasi, dan bibliografi dalam dokumen.
Apakah Microsoft Word bisa membuat daftar pustaka otomatis?
Bisa. Setelah sumber dimasukkan melalui fitur References, pengguna dapat menggunakan Bibliography untuk membuat daftar sumber secara otomatis.
Bagaimana cara memasukkan jurnal ke Microsoft Word?
Pilih References → Insert Citation → Add New Source, kemudian pilih Journal Article dan masukkan informasi seperti penulis, judul artikel, tahun, nama jurnal, volume, nomor, halaman, serta informasi lain yang diperlukan.
Bagaimana cara membuat sitasi APA di Word?
Buka tab References, pilih bagian Style, kemudian pilih APA jika tersedia. Setelah itu masukkan sumber melalui Insert Citation dan gunakan sumber tersebut dalam dokumen.
Apakah Microsoft Word bisa membuat sitasi MLA?
Bisa, selama gaya MLA tersedia pada versi Microsoft Word yang digunakan. Pilih MLA melalui menu Style kemudian gunakan Insert Citation untuk memasukkan sumber.
Apakah Microsoft Word bisa membuat sitasi Chicago?
Microsoft Word menyediakan beberapa gaya sitasi termasuk Chicago pada versi yang mendukungnya. Pilih gaya yang sesuai dengan kebutuhan dan periksa kembali jenis sistem Chicago yang diminta oleh kampus.
Bagaimana cara mengubah sitasi APA menjadi MLA?
Jika sumber sudah dikelola melalui References, ubah Style pada tab References dari APA menjadi MLA. Setelah itu, periksa kembali seluruh sitasi dan daftar pustaka.
Mengapa sitasi di Word tidak sesuai dengan pedoman kampus?
Format bawaan Microsoft Word mungkin tidak mencakup seluruh aturan khusus yang ditetapkan kampus. Periksa kembali pedoman akademik dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.
Apakah sitasi otomatis di Word bisa digunakan untuk skripsi?
Bisa dan sangat membantu dalam mengelola banyak sumber. Namun, mahasiswa tetap harus memeriksa data sumber dan memastikan format akhir sesuai dengan pedoman kampus.
Apa yang harus dilakukan jika sumber jurnal salah dimasukkan?
Buka References → Manage Sources, pilih sumber yang bermasalah, kemudian gunakan Edit untuk memperbaiki informasi bibliografisnya.
Apakah satu jurnal bisa digunakan berkali-kali di Word?
Bisa. Setelah sumber dimasukkan, sumber tersebut dapat dipilih kembali melalui Insert Citation setiap kali diperlukan.
Apakah semua sitasi harus masuk ke daftar pustaka?
Dalam sistem sitasi akademik yang umum, sumber yang dikutip dalam teks perlu tercantum dalam daftar pustaka atau bibliografi sesuai aturan yang digunakan. Pastikan tidak ada ketidaksesuaian antara sitasi dan daftar pustaka.
Kesimpulan
Cara membuat sitasi di Microsoft Word dapat dilakukan dengan memanfaatkan tab References. Pengguna dapat memasukkan sumber melalui Add New Source, kemudian menggunakan Insert Citation untuk menyisipkan sumber ke dalam teks.
Sebelum memasukkan sumber, pastikan informasi seperti nama penulis, tahun publikasi, judul artikel, nama jurnal, volume, nomor, halaman, dan DOI telah diperiksa. Data yang benar akan membantu Microsoft Word menghasilkan sitasi dan daftar pustaka yang lebih akurat.
Microsoft Word juga menyediakan pilihan gaya sitasi seperti APA, MLA, dan Chicago. Gaya tersebut dapat diubah melalui menu Style sesuai kebutuhan. Namun, pengguna tetap harus mengikuti pedoman skripsi dari kampus karena aturan institusi dapat memiliki ketentuan tambahan.
Untuk mengelola sumber, gunakan Manage Sources sehingga data referensi dapat diedit, digunakan kembali, dan diperbarui. Setelah seluruh sitasi selesai, gunakan Bibliography untuk membantu membuat daftar pustaka secara otomatis.
Dengan menggunakan fitur References secara konsisten sejak awal penulisan, proses pengelolaan sitasi dan daftar pustaka dapat menjadi jauh lebih mudah. Meskipun demikian, pemeriksaan manual tetap diperlukan sebelum skripsi dikumpulkan agar seluruh sumber, format sitasi, dan daftar pustaka benar-benar sesuai dengan pedoman akademik yang berlaku.