Bantuan sosial untuk lansia dan penyandang disabilitas menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan perlindungan sosial. Kelompok lansia yang berada dalam kondisi sosial ekonomi tertentu maupun penyandang disabilitas dapat menjadi bagian dari sasaran berbagai program bantuan, tetapi tidak berarti setiap orang otomatis mendapatkan bantuan.
Jenis bantuan, persyaratan, dan mekanisme penyalurannya dapat berbeda antara satu program dengan program lainnya. Karena itu, calon penerima perlu mengetahui program yang sesuai, memastikan data kependudukan dan data sosialnya benar, serta mengikuti mekanisme pendaftaran atau pemutakhiran data yang berlaku.
Artikel ini membahas jenis bantuan yang dapat berkaitan dengan lansia dan penyandang disabilitas, persyaratan yang perlu diperhatikan, besaran bantuan, hingga cara mengajukan diri agar dapat dipertimbangkan sebagai penerima bantuan sosial.
Apa Saja Bansos Khusus untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas?
Pemerintah memiliki sejumlah program perlindungan dan bantuan sosial yang dapat menyasar kelompok rentan, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Program tersebut tidak selalu berbentuk uang tunai khusus untuk setiap kategori, karena bantuan dapat diberikan melalui skema perlindungan sosial, bantuan kebutuhan dasar, maupun layanan sosial tertentu.
Salah satu program yang sering dikaitkan dengan kelompok lansia dan penyandang disabilitas adalah Program Keluarga Harapan atau PKH. Dalam skema PKH, lansia dan penyandang disabilitas berat termasuk dalam kategori komponen yang dapat menjadi sasaran bantuan apabila memenuhi ketentuan program.
Namun, keberadaan seseorang dalam kategori lansia atau penyandang disabilitas saja tidak otomatis membuatnya menjadi penerima PKH. Ada persyaratan dan proses penetapan penerima yang harus dipenuhi.
Bansos Lansia melalui Program Perlindungan Sosial
Lansia dapat menjadi sasaran bantuan sosial apabila memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah. Bantuan biasanya diarahkan kepada masyarakat yang masuk dalam kelompok rentan dan membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Dalam praktiknya, data penerima bantuan dapat berasal dari basis data sosial pemerintah yang kemudian digunakan untuk menentukan sasaran program sesuai kriteria masing-masing.
Karena kebijakan bantuan sosial dapat mengalami perubahan, masyarakat sebaiknya tidak hanya mengandalkan informasi dari unggahan media sosial. Informasi mengenai status penerima perlu diperiksa melalui kanal pemerintah atau layanan resmi yang tersedia.
Bantuan untuk Penyandang Disabilitas
Penyandang disabilitas, khususnya yang memenuhi kriteria tertentu dalam program perlindungan sosial, juga dapat menjadi sasaran bantuan pemerintah.
Dalam konteks PKH, kategori penyandang disabilitas berat termasuk salah satu komponen penerima manfaat. Artinya, terdapat ketentuan khusus yang perlu dipenuhi dan tidak semua penyandang disabilitas otomatis masuk sebagai penerima bantuan.
Selain bantuan sosial berbentuk uang, penyandang disabilitas juga dapat memperoleh dukungan melalui program rehabilitasi sosial, layanan sosial, pemberdayaan, maupun program lain yang diselenggarakan pemerintah sesuai kebijakan yang berlaku.
Apakah Semua Lansia dan Disabilitas Mendapat Bansos?
Tidak. Status sebagai lansia atau penyandang disabilitas bukan satu-satunya dasar untuk mendapatkan bantuan sosial.
Penetapan penerima mempertimbangkan kriteria program, kondisi sosial ekonomi, data kependudukan, serta ketentuan lain yang ditetapkan pemerintah. Karena itu, dua orang dengan kategori yang sama dapat memiliki status bantuan yang berbeda.
Masyarakat yang belum mendapatkan bantuan juga dapat memastikan apakah datanya sudah tercatat dengan benar dan apakah terdapat mekanisme pemutakhiran atau pengusulan data melalui pemerintah daerah.
Syarat Menerima Bansos untuk Lansia
Persyaratan penerima bantuan untuk lansia dapat berbeda sesuai program yang diikuti. Secara umum, calon penerima harus memiliki data kependudukan yang dapat diverifikasi dan memenuhi kriteria sosial ekonomi maupun persyaratan program.
Untuk bantuan yang menggunakan kategori lansia sebagai salah satu komponen, usia menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Namun, usia saja tidak cukup untuk menentukan seseorang sebagai penerima bantuan.
Memiliki Identitas Kependudukan
Data seperti NIK dan dokumen kependudukan diperlukan dalam proses pendataan dan verifikasi penerima bantuan. Karena itu, lansia yang ingin memperoleh bantuan sebaiknya memastikan data kependudukannya benar.
Data yang perlu diperiksa antara lain:
- Nama lengkap.
- NIK.
- Nomor Kartu Keluarga.
- Tanggal lahir.
- Alamat.
- Status dalam Kartu Keluarga.
Jika terdapat perbedaan antara data pada dokumen kependudukan dengan data yang digunakan dalam pendataan sosial, proses verifikasi dapat mengalami kendala.
Memenuhi Kriteria Program Bantuan
Setiap program memiliki sasaran yang berbeda. Oleh karena itu, lansia perlu memenuhi kriteria yang ditetapkan pada program bantuan yang dituju.
Untuk PKH misalnya, lansia merupakan salah satu komponen penerima manfaat. Akan tetapi, penerima tetap harus memenuhi ketentuan program dan masuk dalam data yang digunakan untuk penetapan penerima.
Data Sosial Harus Sesuai
Data sosial ekonomi menjadi bagian penting dalam penentuan sasaran bantuan. Kondisi keluarga, komposisi rumah tangga, dan informasi sosial ekonomi lainnya dapat digunakan dalam proses penargetan program.
Apabila kondisi sebenarnya sudah berubah tetapi data belum diperbarui, status bantuan dapat berbeda dari kondisi terbaru.
Karena itu, keluarga yang memiliki anggota lansia perlu memastikan informasi keluarga selalu diperbarui melalui mekanisme yang tersedia di wilayah masing-masing.
Syarat Menerima Bansos untuk Penyandang Disabilitas
Penyandang disabilitas juga dapat menjadi sasaran berbagai program bantuan pemerintah. Namun, persyaratan tidak selalu sama untuk setiap program.
Pada program tertentu, kategori disabilitas yang menjadi sasaran dapat ditentukan secara lebih spesifik. Dalam PKH, misalnya, kategori yang disebut dalam komponen penerima manfaat adalah penyandang disabilitas berat.
Memiliki Data Kependudukan yang Valid
Sama seperti calon penerima lainnya, penyandang disabilitas perlu memiliki data kependudukan yang dapat diverifikasi.
Pastikan NIK, nama, tanggal lahir, alamat, dan data keluarga sesuai dengan dokumen resmi. Ketidaksesuaian data dapat membuat proses verifikasi menjadi lebih sulit.
Memenuhi Kriteria Disabilitas Sesuai Program
Tidak semua program menggunakan definisi dan kriteria yang sama. Karena itu, penyandang disabilitas perlu melihat persyaratan program yang ingin diikuti.
Jika suatu program secara khusus menetapkan kategori tertentu, calon penerima harus memenuhi kriteria tersebut untuk dapat dipertimbangkan.
Terdata dalam Sistem Pemerintah
Pendataan merupakan bagian penting dalam penyaluran bantuan sosial. Pemerintah menggunakan data sosial dan kependudukan untuk menentukan sasaran berbagai program.
Jika penyandang disabilitas belum terdata atau terdapat kesalahan informasi, keluarga dapat menanyakan mekanisme pemutakhiran data kepada pemerintah desa atau kelurahan, dinas sosial, atau layanan pemerintah yang ditunjuk.
Tidak Menggunakan Jasa Calo
Pengusulan atau pemutakhiran data bantuan sosial tidak seharusnya dilakukan melalui pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.
Jika ada seseorang yang mengaku dapat menjamin seseorang menjadi penerima bansos dengan membayar sejumlah uang, masyarakat perlu berhati-hati. Penetapan penerima tetap mengikuti ketentuan dan proses verifikasi program.
Pada bagian berikutnya, pembahasan akan dilanjutkan dengan jenis bantuan pemerintah yang dapat berkaitan dengan lansia dan penyandang disabilitas, termasuk perbedaan bentuk bantuan serta cara memahami nominal bantuan yang tercantum pada program masing-masing.
Jenis Bantuan Pemerintah untuk Lansia dan Disabilitas
Bantuan pemerintah untuk lansia dan penyandang disabilitas tidak hanya berupa bantuan tunai. Dukungan dapat diberikan melalui program bantuan sosial, pemenuhan kebutuhan dasar, rehabilitasi sosial, pendampingan, maupun bentuk bantuan lainnya sesuai kondisi dan kriteria penerima.
Salah satu program yang berkaitan dengan lansia dan penyandang disabilitas adalah Program Keluarga Harapan (PKH). Dalam ketentuan PKH, komponen kesejahteraan sosial mencakup lanjut usia mulai usia 60 tahun dan penyandang disabilitas yang diutamakan merupakan penyandang disabilitas berat.
Selain PKH, terdapat pula program Asistensi Rehabilitasi Sosial atau ATENSI yang diselenggarakan Kementerian Sosial untuk memberikan layanan kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS), termasuk kelompok rentan dan penyandang disabilitas. Bentuk dukungannya tidak terbatas pada uang tunai.
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat yang menyasar keluarga penerima manfaat berdasarkan komponen yang telah ditetapkan pemerintah.
Untuk komponen kesejahteraan sosial, lansia mulai usia 60 tahun dan penyandang disabilitas berat termasuk kategori yang dapat menjadi sasaran PKH sesuai ketentuan program.
Artinya, keluarga yang memiliki anggota lansia atau penyandang disabilitas tidak otomatis memperoleh PKH. Penerima tetap harus memenuhi ketentuan yang berlaku dan masuk dalam data yang digunakan untuk penetapan penerima manfaat.
2. Asistensi Rehabilitasi Sosial atau ATENSI
ATENSI merupakan layanan rehabilitasi sosial yang ditujukan kepada kelompok yang membutuhkan pelayanan kesejahteraan sosial. Program ini dapat mencakup penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
Dukungan ATENSI dapat berupa pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial, dukungan keluarga, aksesibilitas, pemberdayaan, dan bentuk layanan sosial lainnya sesuai hasil asesmen serta kebutuhan penerima.
Dengan demikian, ATENSI tidak tepat dipahami sebagai satu jenis bantuan tunai dengan nominal yang sama untuk semua penerima.
3. Bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar
Dalam layanan rehabilitasi sosial, pemerintah dapat memberikan dukungan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat.
Kebutuhan tersebut dapat mencakup sandang, pangan, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, identitas, maupun kebutuhan lain sesuai kondisi penerima dan jenis layanan yang diberikan.
Bagi lansia atau penyandang disabilitas yang berada dalam kondisi rentan, bentuk bantuan seperti ini dapat menjadi bagian dari dukungan sosial yang diterima.
4. Dukungan Alat Bantu dan Aksesibilitas
Penyandang disabilitas dapat membutuhkan dukungan yang berbeda dibandingkan penerima bantuan sosial pada umumnya. Karena itu, bantuan pemerintah dapat berupa dukungan alat bantu atau aksesibilitas sesuai hasil asesmen dan program yang tersedia.
Kebutuhan tersebut dapat berkaitan dengan kemampuan penerima untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, memperoleh layanan, maupun meningkatkan keberfungsian sosial.
Program ATENSI sendiri mencakup dukungan kebutuhan layak yang dapat meliputi alat bantu serta kebutuhan lain sesuai kondisi penerima manfaat.
5. Layanan Rehabilitasi Sosial
Selain bantuan material, penyandang disabilitas maupun kelompok rentan dapat memperoleh layanan rehabilitasi sosial.
Layanan tersebut dapat diberikan melalui keluarga, komunitas, maupun layanan berbasis residensial apabila kondisi penerima membutuhkan dukungan tertentu. Model layanan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menganggap istilah "bansos" hanya sebagai uang yang ditransfer ke rekening. Program kesejahteraan sosial dapat memiliki bentuk bantuan yang lebih luas.
6. Bantuan atau Layanan Sosial untuk Lansia Rentan
Lansia yang berada dalam kondisi rentan juga dapat menjadi sasaran pelayanan sosial. Bentuk dukungannya dapat disesuaikan dengan kondisi lansia, keluarga, serta kebutuhan sosial yang ditemukan melalui proses pendataan atau asesmen.
Dalam layanan kesejahteraan sosial, kebutuhan lansia dapat berkaitan dengan kebutuhan dasar, perawatan, kesehatan, tempat tinggal, pendampingan, dan dukungan sosial lainnya.
Karena program dapat memiliki kriteria dan mekanisme berbeda, keluarga sebaiknya menanyakan program yang tersedia kepada dinas sosial atau unit pelayanan sosial di wilayah masing-masing.
Besaran Bantuan untuk Lansia dan Penyandang Disabilitas
Besaran bantuan untuk lansia dan penyandang disabilitas tidak dapat disamakan untuk semua program. Nominal bantuan bergantung pada jenis program, komponen penerima, kebijakan pemerintah, periode penyaluran, serta ketentuan yang berlaku pada saat bantuan diberikan.
Untuk PKH, pemerintah menetapkan alokasi keluarga penerima manfaat dan besaran nilai bantuan melalui keputusan Menteri Sosial. JDIH Kementerian Sosial mencatat adanya Keputusan Menteri Sosial Nomor 106/HUK/2026 mengenai penetapan jumlah alokasi KPM dan besaran nilai bantuan PKH tahun 2026.
Besaran Bantuan PKH untuk Lansia
Besaran bantuan PKH untuk komponen lansia mengikuti ketentuan yang ditetapkan pemerintah pada periode berjalan. Karena nominal dapat ditetapkan melalui kebijakan resmi dan dapat mengalami perubahan, angka yang digunakan dalam artikel atau unggahan lama belum tentu sesuai dengan penyaluran terbaru.
Selain itu, status sebagai lansia saja tidak cukup untuk memastikan seseorang memperoleh nominal tertentu. Penerima harus ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat sesuai ketentuan program.
Besaran Bantuan untuk Penyandang Disabilitas
Ketentuan bantuan untuk penyandang disabilitas juga perlu dilihat berdasarkan programnya. Dalam PKH, penyandang disabilitas berat termasuk komponen kesejahteraan sosial yang menjadi sasaran program.
Sementara itu, bantuan melalui ATENSI tidak selalu berbentuk uang dengan nominal tetap. Dukungan dapat disesuaikan dengan hasil asesmen dan kebutuhan penerima, termasuk kebutuhan dasar, alat bantu, perawatan, maupun layanan rehabilitasi sosial.
Mengapa Nominal Bansos Bisa Berbeda?
Perbedaan nominal atau bentuk bantuan dapat terjadi karena setiap program memiliki tujuan dan mekanisme yang berbeda.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Jenis program yang diterima.
-
Komponen penerima dalam program.
-
Status penerima manfaat.
-
Periode atau tahun penyaluran.
-
Kebijakan pemerintah yang sedang berlaku.
-
Bentuk bantuan yang diberikan.
-
Hasil asesmen untuk program layanan sosial tertentu.
Oleh karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan nominal dari penerima lain sebagai patokan bahwa jumlah yang diterima harus sama.
Cara Memastikan Besaran Bantuan yang Diterima
Untuk mengetahui bantuan yang benar-benar terdaftar atas nama penerima, gunakan informasi dari kanal resmi pemerintah. Salah satu layanan resmi yang dapat digunakan untuk mengecek data penerima manfaat adalah situs Cek Bansos Kemensos.
Saat ini layanan Cek Bansos menggunakan NIK sebagai salah satu data pencarian dan menjelaskan bahwa sumber data yang digunakan adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Situs tersebut juga menjelaskan bahwa desil kesejahteraan digunakan dalam penentuan sasaran bantuan sosial dan dapat diperbarui apabila tidak sesuai dengan kondisi nyata melalui mekanisme yang tersedia.
Jangan membayar seseorang hanya untuk mendapatkan informasi mengenai nominal bansos. Informasi mengenai status penerima dan program bantuan sebaiknya diperiksa melalui layanan pemerintah.
Apakah Lansia dan Disabilitas Bisa Mendapat Lebih dari Satu Bantuan?
Kemungkinan seseorang tercatat dalam lebih dari satu program perlu dilihat berdasarkan aturan masing-masing program. Tidak semua bantuan dapat diterima secara bersamaan karena setiap program memiliki sasaran, persyaratan, dan ketentuan tersendiri.
Karena itu, jangan menyimpulkan bahwa seseorang pasti menerima beberapa bantuan hanya karena termasuk kategori lansia atau penyandang disabilitas.
Jika terdapat beberapa anggota keluarga dengan kondisi berbeda, status bantuan juga dapat berbeda karena penetapan dilakukan berdasarkan data dan kriteria program.
Pada bagian berikutnya, pembahasan akan dilanjutkan dengan cara mendaftar atau mengusulkan diri sebagai penerima bansos lansia dan disabilitas, termasuk langkah memperbaiki data apabila belum terdaftar atau informasi penerima tidak sesuai.
Cara Mendaftar sebagai Penerima Bansos Lansia dan Disabilitas
Masyarakat yang memiliki anggota keluarga lansia atau penyandang disabilitas dan ingin mendapatkan bantuan sosial perlu memastikan terlebih dahulu bahwa data keluarga sudah tercatat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Proses menjadi penerima bansos bukan sekadar mengisi formulir kemudian langsung mendapatkan bantuan. Data calon penerima harus melalui proses pendataan, pemutakhiran, verifikasi, dan penetapan sesuai ketentuan program. Karena itu, mendaftarkan diri berarti mengajukan atau memperbarui data agar dapat dipertimbangkan dalam program yang sesuai.
Saat ini, layanan Cek Bansos Kemensos menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN sebagai sumber data. Layanan tersebut memungkinkan masyarakat mengecek data penerima menggunakan NIK.
1. Siapkan Dokumen Kependudukan
Sebelum mengajukan atau memperbaiki data, siapkan dokumen yang diperlukan agar informasi keluarga dapat diverifikasi.
Dokumen yang umumnya perlu dipastikan antara lain:
-
KTP atau identitas kependudukan.
-
Kartu Keluarga.
-
NIK anggota keluarga yang akan diusulkan.
-
Data alamat tempat tinggal.
-
Dokumen pendukung lain apabila diperlukan untuk program tertentu.
Pastikan nama, NIK, tanggal lahir, alamat, dan hubungan keluarga sudah sesuai dengan dokumen resmi.
2. Cek Data melalui Cek Bansos
Langkah berikutnya adalah mengecek apakah data keluarga sudah tercatat dalam sistem.
Pada layanan resmi Cek Bansos Kemensos, pengguna dapat memasukkan NIK 16 digit sesuai KTP dan melakukan pencarian data. Layanan tersebut saat ini menjelaskan bahwa sumber datanya adalah DTSEN.
Jika data sudah muncul, perhatikan informasi yang ditampilkan dan lihat apakah kondisi keluarga sudah sesuai.
3. Ajukan atau Perbarui Data Jika Belum Sesuai
Apabila lansia atau penyandang disabilitas belum tercatat atau informasi kesejahteraannya tidak sesuai dengan kondisi nyata, masyarakat dapat mengikuti mekanisme pemutakhiran data yang tersedia.
Layanan Cek Bansos saat ini menjelaskan bahwa desil kesejahteraan bersifat dinamis. Apabila hasilnya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, pembaruan dapat dilakukan melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial, serta melalui mekanisme yang tersedia pada aplikasi Cek Bansos. Data tersebut kemudian dapat dihitung ulang secara berkala oleh BPS.
4. Datang ke Desa atau Kelurahan
Keluarga yang belum mengetahui mekanisme pengusulan dapat menghubungi kantor desa atau kelurahan tempat tinggal.
Sampaikan bahwa terdapat anggota keluarga lansia atau penyandang disabilitas yang belum terdata atau datanya perlu diperbarui. Petugas dapat memberikan informasi mengenai mekanisme pengusulan yang berlaku di wilayah tersebut.
Bawa dokumen kependudukan agar data yang disampaikan dapat dicocokkan dengan identitas resmi.
5. Hubungi Dinas Sosial
Apabila membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai status data atau program bantuan yang sesuai, masyarakat dapat menghubungi Dinas Sosial kabupaten atau kota.
Dinas Sosial dapat menjadi salah satu pihak yang menangani informasi dan pemutakhiran data sosial di daerah. Namun, mekanisme teknis pengusulan dapat berbeda sesuai sistem dan kebijakan yang sedang diterapkan.
6. Tunggu Proses Verifikasi dan Penetapan
Setelah data diajukan atau diperbarui, bukan berarti bantuan langsung cair.
Data perlu diproses sesuai mekanisme yang berlaku. Penetapan penerima juga bergantung pada kriteria program, peringkat kesejahteraan, kuota atau alokasi, serta kebijakan pemerintah pada periode penyaluran.
Kementerian Sosial pada 2026 menerbitkan keputusan mengenai peringkat kesejahteraan keluarga untuk penyaluran bantuan sosial dan bantuan program kesejahteraan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa data kesejahteraan digunakan sebagai bagian dari penargetan program.
Cara Mengecek Apakah Lansia dan Disabilitas Sudah Terdaftar Bansos
Setelah melakukan pengusulan atau pemutakhiran data, keluarga dapat melakukan pengecekan kembali melalui layanan resmi.
Gunakan NIK yang sesuai dengan dokumen kependudukan dan pastikan data yang dimasukkan benar. Pada layanan Cek Bansos, pengguna diminta memasukkan 16 digit NIK sesuai KTP kemudian melakukan pencarian.
Jika hasil pencarian belum menunjukkan bantuan yang diharapkan, jangan langsung menyimpulkan bahwa pengajuan gagal. Status bantuan dapat bergantung pada proses verifikasi, penetapan program, dan periode penyaluran.
Cara Memperbaiki Data Bansos Lansia dan Disabilitas
Kesalahan data dapat menjadi salah satu kendala dalam proses penyaluran bantuan. Misalnya, tanggal lahir lansia tidak sesuai, NIK bermasalah, anggota keluarga belum tercatat, atau kondisi sosial ekonomi keluarga sudah berubah tetapi belum tercermin dalam data.
Untuk kondisi seperti ini, masyarakat perlu melakukan pemutakhiran melalui mekanisme yang disediakan pemerintah.
Data Lansia Tidak Sesuai
Jika usia atau tanggal lahir tidak sesuai, periksa terlebih dahulu dokumen kependudukan. Jika kesalahan berasal dari dokumen kependudukan, lakukan pembetulan melalui instansi kependudukan sesuai prosedur.
Setelah data kependudukan benar, informasi sosial dapat diperbarui melalui mekanisme yang berlaku.
Data Disabilitas Belum Tercatat
Jika anggota keluarga penyandang disabilitas belum tercatat sesuai kondisi sebenarnya, sampaikan informasi tersebut ketika melakukan pemutakhiran data.
Dokumen atau keterangan pendukung dapat diminta sesuai kebutuhan program. Persyaratan tersebut tidak selalu sama untuk setiap layanan, sehingga sebaiknya mengikuti petunjuk dari petugas atau program yang bersangkutan.
Data Kesejahteraan Tidak Sesuai
Cek Bansos menjelaskan bahwa desil kesejahteraan dapat diperbarui apabila tidak sesuai dengan kondisi nyata. Pembaruan dapat dilakukan melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial maupun melalui mekanisme pada aplikasi Cek Bansos.
Karena desil digunakan dalam penentuan sasaran bantuan sosial, pembaruan data menjadi penting apabila kondisi ekonomi keluarga mengalami perubahan.
Apakah Lansia yang Tinggal Sendiri Bisa Mendapat Bansos?
Lansia yang tinggal sendiri dapat menjadi bagian dari kelompok yang membutuhkan perlindungan sosial, tetapi tinggal sendiri tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima bansos.
Status bantuan tetap mengikuti kriteria program dan hasil pendataan. Karena itu, keluarga, tetangga, atau perangkat lingkungan yang mengetahui kondisi lansia dapat membantu memastikan lansia tersebut sudah memiliki data kependudukan dan data sosial yang sesuai.
Jika lansia kesulitan mengurus administrasi sendiri, keluarga atau pihak yang membantu dapat menanyakan mekanisme pengusulan kepada pemerintah desa atau kelurahan.
Apakah Penyandang Disabilitas Otomatis Mendapat Bansos?
Tidak. Penyandang disabilitas tidak otomatis menjadi penerima semua program bantuan sosial.
Setiap program memiliki sasaran dan ketentuan masing-masing. Dalam PKH, misalnya, komponen yang disebut adalah penyandang disabilitas berat. Sementara program layanan sosial lainnya dapat memiliki kriteria dan bentuk dukungan yang berbeda.
Karena itu, status sebagai penyandang disabilitas sebaiknya dipastikan tercatat dengan benar dalam data yang digunakan pemerintah agar dapat dipertimbangkan dalam program yang sesuai.
Apakah Harus Membayar untuk Mendaftar Bansos?
Masyarakat perlu berhati-hati apabila ada pihak yang meminta uang dengan alasan dapat menjamin seseorang menjadi penerima bansos.
Pengusulan atau pemutakhiran data melalui mekanisme pemerintah tidak boleh dipahami sebagai pembelian hak untuk menerima bantuan. Tidak ada pihak yang dapat menjamin seseorang pasti mendapatkan bansos hanya dengan membayar sejumlah uang.
Hindari memberikan uang, PIN, OTP, atau data pribadi kepada pihak yang tidak jelas identitas dan kewenangannya.
Mengapa Sudah Terdata tetapi Belum Mendapat Bansos?
Terdaftar dalam data sosial tidak selalu berarti seseorang langsung menerima seluruh jenis bantuan.
Program bantuan memiliki kriteria, sasaran, alokasi, dan periode penyaluran masing-masing. Bahkan data kesejahteraan yang digunakan untuk penargetan dapat berubah setelah dilakukan pemutakhiran.
Karena itu, jika seseorang sudah terdata tetapi belum menerima bantuan, langkah yang dapat dilakukan adalah mengecek kembali status pada layanan resmi, memastikan data sesuai kondisi terbaru, dan menanyakan informasi kepada desa atau kelurahan maupun Dinas Sosial.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa usia lansia yang dapat menjadi komponen PKH?
Dalam ketentuan PKH, kategori lansia untuk komponen kesejahteraan sosial mencakup usia 60 tahun atau lebih. Namun, memenuhi batas usia saja tidak otomatis membuat seseorang menjadi penerima PKH karena tetap terdapat ketentuan program dan proses penetapan.
Apakah semua penyandang disabilitas mendapatkan PKH?
Tidak. Dalam komponen kesejahteraan sosial PKH, kategori yang disebut adalah penyandang disabilitas berat. Selain PKH, terdapat program pelayanan sosial lain yang memiliki sasaran dan bentuk dukungan berbeda.
Bagaimana cara mengecek bansos lansia dan disabilitas?
Pengecekan dapat dilakukan melalui layanan resmi Cek Bansos Kemensos dengan menggunakan NIK 16 digit sesuai KTP. Layanan tersebut saat ini menggunakan DTSEN sebagai sumber data.
Apa yang dilakukan jika data bansos tidak sesuai?
Masyarakat dapat mengikuti mekanisme pemutakhiran data melalui desa atau kelurahan, Dinas Sosial, atau mekanisme yang tersedia pada aplikasi Cek Bansos. Cek Bansos menjelaskan bahwa desil kesejahteraan dapat diperbarui apabila tidak sesuai dengan kondisi nyata.
Apakah nominal bantuan lansia dan disabilitas selalu sama?
Tidak. Nominal bergantung pada program dan ketentuan yang berlaku. PKH memiliki besaran bantuan yang ditetapkan melalui keputusan Menteri Sosial, sedangkan layanan seperti ATENSI dapat memberikan dukungan berdasarkan kebutuhan dan hasil asesmen.
Kesimpulan
Daftar bansos khusus lansia dan disabilitas tidak hanya mencakup bantuan uang tunai. Lansia dan penyandang disabilitas dapat menjadi sasaran program seperti PKH serta berbagai layanan sosial pemerintah lainnya, termasuk rehabilitasi sosial dan dukungan kebutuhan sesuai kondisi penerima.
Untuk PKH, lansia berusia 60 tahun atau lebih dan penyandang disabilitas berat termasuk komponen kesejahteraan sosial yang dapat menjadi sasaran program. Namun, status tersebut tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai penerima karena penetapan tetap mengikuti kriteria, data, dan kebijakan program.
Bagi keluarga yang ingin mengajukan atau memastikan status bantuan, langkah penting yang dapat dilakukan adalah memastikan NIK dan data keluarga benar, mengecek data melalui Cek Bansos, kemudian melakukan pemutakhiran apabila informasi tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Saat ini Cek Bansos menggunakan DTSEN dan menjelaskan bahwa data kesejahteraan dapat diperbarui melalui mekanisme pemerintah yang tersedia.
Dengan memastikan data kependudukan dan data sosial selalu sesuai, peluang keluarga untuk dipertimbangkan dalam program bantuan yang memang ditujukan kepada kelompok yang memenuhi kriteria dapat diproses berdasarkan ketentuan yang berlaku.